kepri

Pemprov Alokasikan 2.981.939,76 Hektar Kawasan Konservasi di Enam Wilayah, Tiga Diantaranya Dijadikan Kawasan TWP

Selasa, 22 Juli 2025 | 19:13 WIB
Wagub Nyanyang saat bersalaman dengan peserta Lokakarya Pengelolaan Ekosistem Pesisir dan Laut. (Foto:Diskominfo Pemprov Kepri)

KLIKREAD.COM, Kepri - Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri telah mengalokasikan ruang laut seluas 2.981.939,76 hektar untuk kawasan konservasi yang tersebar di enam wilayah.

Tiga di antaranya telah ditetapkan secara resmi kawasan khususnya Taman Wisata Perairan (TWP), termasuk TWP Timur Pulau Bintan yang memiliki luas 138.561,42 hektar.

Hal ini diungkapkan Wagub Kepri saat membuka kegiatan Lokakarya Pengelolaan Ekosistem Pesisir dan Laut.

Baca Juga: Bahasa Gaul Kian Mendominasi Pecakapan Sehari-hari Dikalangan Pegawai, Pemprov Kepri Teken MoU dengan Kantor Bahasa Kepri

Acara digelar di Hotel Aston Tanjungpinang, Selasa 22 Juli 2025.

“Penetapan kawasan konservasi ini tidak hanya untuk menjaga keberlanjutan ekosistem.

Tapi juga membuka peluang ekonomi yang lestari, seperti pariwisata berbasis konservasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam pengelolaan kawasan konservasi, termasuk masyarakat lokal dan pelaku usaha.

Baca Juga: Peresmian Direct Call Batam-China Menjadikan Terminal Peti Kemas Batuampar Pelabuhan Terdepan di Asia Tenggara

“Ekosistem seperti terumbu karang dan lamun memiliki nilai ekologis dan ekonomi.

Karena itu, sinergi semua pihak menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga dan memanfaatkan kawasan ini secara berkelanjutan,” ucapnya.

Kegiatan Lokakarya sendiri dalam upaya menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan terkait pengelolaan wilayah pesisir dan laut di Provinsi Kepri.

Baca Juga: Wagub Kepri Tegaskan Pemanfaatan TTG Penting Guna Maksimalkan Hasil Produksi Budidaya Rumput Laut Berstandar Ekspor

Perlindungan Ekosistem Karbon Biru seperti hutan bakau (mangrove) dan padang lamun menjadi salah satu fokus utama pembahasan.

Halaman:

Tags

Terkini