KLIKREAD.COM, Kepri - Hingga April 2025 tercatat sebanyak 539.000 pengguna transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Begitu pula dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri serta Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Natuna, Anambas, dan Lingga saat ini telah menggunakan Elektrifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) digital.
Dengan demikian kini Provinsi Kepri memiliki status sebagai daerah RTPD Digital.
Demikian dikatakan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat menghadiri Upacara Pengukuhan Rony Widijarto Purubaskoro sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri yang baru, Jumat 18 Juli 2025.
Hal ini kata Gubernur, dikarenakan Pemprov Kepri dan BI aktif mendorong pembayaran non-tunai melalui implementasi QRIS dan ETPD.
Lebih lanjut, Gubernur Ansar menyampaikan bahwa capaian-capaian tersebut menunjukkan dampak besar dari sinergi yang terbangun.
Baca Juga: Polsek Lubuk Baja Gelar Jumat Berkah, Berbagi Rezeki dan Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat
Diantaranya pertumbuhan ekonomi Kepri yang mencapai 5,16% (yoy) pada triwulan I 2025.
Menjadikan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan tertinggi ketiga se-Sumatera.
Selain itu, tingkat inflasi Kepri selama tahun 2023 dan 2024 berhasil dijaga stabil di kisaran 2,5%.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad juga menegaskan bahwa kehadiran Bank Indonesia, khususnya Kantor Perwakilan BI Kepri, merupakan salah satu mitra strategis Pemerintah Provinsi Kepri.
Tentunya dalam mendorong percepatan pembangunan dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.