"Dari sejak saye kecil, kita orang kampung tahu bahwa lahan itu memang milik orangtuanya Djunaidi. Dan orangtua Djunaidi mempekerjakan Ameng, yang merupakan mertua Atan," kata Usman Cik yang juga mantan Kepala Desa di Penarah ini.
Usman Cik mengenang kembali ketika itu ada program pemerintah untuk mendirikan sekolah. Dan, kita diminta untuk menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah.
Setelah diperhatikan, ia melihat di lahan Djunaidi ada lokasi yang sesei untuk membangun sekolah. Lalu, ia mengajukan lahan ke Djunaidi secara resmi.
"Saya tahu, lahan itu milik keluarga Djunaid. Dan, Djunaidi adalah ahli warisnya. Jadi, saya ajukan secara resmi untuk pembangunan sekolah di lahan itu," jelasnya.***
Artikel Terkait
Langkah Awal di Kampus UIB, Amsakar Achmad Titip Pesan Penguat Mental untuk Gen-Z Batam
HUT ke 25, Aneng: Makan Tak Makan Yang Penting Kumpul
Bangkitkan Sepak Bola Lokal, BP Batam Hadirkan Tim Internasional dan Legenda Timnas di Batam Prime Football Series
Peringatan Maulid Nabi, Kades Rewak: Teladani Akhlak Mulia Rasulullah
Pakaian Adat dan Semangat Zaman: Potret Kemeriahan HUT RI di MTs-MA Insanul Madani Sagulung
Menyusuri 17 Kilometer Gerak Jalan Proklamasi: Kala Tanjungpinang Merawat Ingatan Kemerdekaan lewat Derap Langkah
Kapolda Kepri Dampingi Kunjungan Menko Polkam di Tanjungpinang guna Jaga Stabilitas Kamtibmas
Di Ancam Si Jago Merah, Damkar Jemaja Sigap Turun Lokasi
Hangatnya "Kapolres Menyapa": Kala Kopi Pagi Menyatu dengan Evaluasi Budaya dan Siaga Karhutla di Natuna
Cegah Karhutla di Kepri, Kepolisian Imbau Warga Laporkan Titik Api Lewat Layanan 110