Saat Dinding Rutan Menjadi Saksi Pertobatan dan Harapan Baru Warga Binaan

photo author
Muhammad Kamil, Klik Read
- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:48 WIB
David Ferynando Syahputra menyampaikan khotbah dihadapan warga binaan Rutan Kelas I Tanjungpinang. (Humas Kemenag Kepri )
David Ferynando Syahputra menyampaikan khotbah dihadapan warga binaan Rutan Kelas I Tanjungpinang. (Humas Kemenag Kepri )

KLIKREAD.COM, TANJUNGPINANG - Di dalam Gereja Cahaya Mulia Kebenaran yang bersahaja, suasana khusyuk menyelimuti 19 warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tanjungpinang pada Kamis 20 Agustus 2026. 

Di balik jeruji besi, suara nyanyian pujian dan doa membubung tinggi, membawa kehangatan di tengah sepinya hari-hari pembinaan.

​Kehadiran tiga Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, David Ferynando Syahputra, Samuel Edy Rerung Sulo, dan Rika Romauli Sitinjak menjadi jembatan pesan spiritual yang menyejukkan. 

Momen ibadah rutin ini terasa berbeda ketika khotbah bertajuk “Pengakuan yang Membawa Kemerdekaan” mulai digaungkan.

Baca Juga: Disdagin Tanjungpinang Klarifikasi Status Kontainer PKL Tepi Laut, Tegaskan Sudah Dihibahkan

​Mengutip perikop 1 Yohanes 1 - 9, David mengingatkan para pendengar bahwa dinding penjara bukanlah batas akhir dari masa depan seseorang. 

Kemerdekaan sejati, menurutnya, tidak melulu soal terbebas secara fisik dari balik terali, melainkan terbebasnya batin dari beban masa lalu, rasa bersalah, dan kepahitan.

​"Pengakuan di hadapan Tuhan bukan sekadar kata-kata di bibir, tetapi langkah awal untuk memulai hidup baru. 

Masa lalu tidak pernah menentukan siapa Anda di masa depan," ujar David di hadapan para warga binaan yang menyimak dengan penuh rasa haru.

Baca Juga: Rotasi Jabatan Polres Lingga, Kasatpolairud dan Kasihumas Resmi Berganti

​Pendampingan rohani ini tidak hanya menyentuh sisi spiritual, tetapi juga mengajak para warga binaan untuk membumikan iman dalam keseharian. 

Mereka diajak membangun disiplin, menghormati petugas serta sesama penghuni, dan menaati aturan rutan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.

​Bagi Kemenag Tanjungpinang, pelayanan ini adalah bentuk komitmen untuk memastikan tak ada jiwa yang kehilangan harapan.

Ibadah yang berlangsung tertib dan penuh hikmat tersebut menutup hari di Rutan Kelas I Tanjungpinang dengan satu pesan manis di balik proses pembinaan, selalu ada ruang untuk pulih, berubah, dan menatap esok dengan penuh optimisme.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muhammad Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Aset Tak Terurus, Mobil Dinas Terancam Jadi Besi Tua

Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:13 WIB
X