Baca Juga: Panggung Bagi Pesepak Bola Muda: Jejak Langkah PSPS Berburu Talenta Lokal di Piala Soeratin 2026
Siti Aisyah, salah satu sosok di balik lahirnya koleksi ini, mengungkapkan bahwa scarf tersebut dirancang khusus dengan memadukan napas etnik Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak.
"Melalui syal ini, helai demi helai kami menghadirkan karya yang tidak hanya indah untuk dikenakan, tetapi juga sebagai media memperkenalkan Riau ke seluruh Indonesia," ungkap Aisyah dengan senyum sumringah.
Lewat helai-helai warna yang memikat ini, kekayaan Riau tak lagi hanya tersimpan di museum atau buku sejarah, melainkan terus hidup, melangkah, dan menginspirasi lewat fesyen sehari-hari.***
Artikel Terkait
Wali Kota Amsakar Janjikan Gedung Budaya, Rumah Besar Seni Batam di Bawah Payung Melayu
Tingkatkan Kualitas Layanan, Lapas Batam Gelar Sosialisasi Budaya Pelayanan Prima
Peringati Hari Kebaya Nasional, PIKORI BP Batam Gelar Perayaan Penuh Budaya di Balairung Sari
Jelajahi Warisan Budaya Melayu, Selvi Ananda Apresiasi Karya Siswa dan Produk UMKM Penyengat