29,27 Persen Kepri Berpenduduk Melayu, Gubernur Ansar Titip Hulubalang Jaga Jati Diri Melayu di Tengah Arus Globalisasi

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Senin, 8 Juni 2026 | 15:37 WIB
Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat memberikan kata sambutan pada Pengukuhan Hulubalang LAM Kepri Masa Khidmat 2026–2027. (Foto:Diskominfo Kepri).
Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat memberikan kata sambutan pada Pengukuhan Hulubalang LAM Kepri Masa Khidmat 2026–2027. (Foto:Diskominfo Kepri).

Dalam khazanah tamadun Melayu, ditegaskan Ansar, Hulubalang bukan sekadar simbol adat.

Baca Juga: Walikota Lis akan Tindak Tegas Oknum Ambil Keuntungan dari Proses Relokasi Pelaku UMKM

Hulubalang kata dia, merupakan lambang kesetiaan kepada negeri, keteguhan memegang amanah.

Serta juga keberanian menegakkan kebenaran dalam menjaga keseimbangan antara adat, syariat, dan kehidupan bermasyarakat.

“Amanah yang disandang hulubalang sesungguhnya adalah amanah yang besar.

Menjadi benteng adat, pelindung nilai-nilai luhur, penyejuk dalam perselisihan, sekaligus perekat dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Ansar.

Baca Juga: Siap Direlakosi Usaha, Pelaku UMKM Dukung Penataan Taman Gurindam Dua Belas

Ia mengingatkan tantangan yang dihadapi Hulubalang saat ini tidak lagi sama seperti masa lalu.

Jika dahulu Hulubalang menjaga negeri dari ancaman yang tampak di depan mata, kini mereka dituntut ikut menjaga masyarakat dari ancaman yang lebih halus.

Ancaman tersebut, kata Ansar, diantaranya lunturnya adat dalam pergaulan, melemahnya penghormatan kepada orang tua dan guru.

Dan juga munculnya perpecahan akibat fitnah dan ujaran kebencian, hingga hilangnya kebanggaan generasi muda terhadap budaya dan identitas Melayu.

Baca Juga: Jelang Oparasi Patuh Seligi 2026, Kapolres Anambas Imbau Masyarakat Patuhi peraturan lalu lintas

“Karena itu, saya berharap Hulubalang dapat tampil sebagai teladan di tengah masyarakat.

Dan menjadi contoh dalam tutur kata, perilaku, semangat, dan penampilan,” ujarnya.

Ansar juga mengajak para Hulubalang menjaga warisan paling berharga yang ditinggalkan para leluhur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X