“Kita lagi menunggu lelang manajemen konstruksi. Perkiraan kita bulan Juni sudah mulai berjalan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kehadiran museum dan monumen tersebut diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Kepri, khususnya Tanjungpinang.
“Dengan tingginya wisatawan yang datang, nantinya juga akan berdampak terhadap pertumbuhan dan perputaran perekonomian di Tanjungpinang, khususnya di Pulau Penyengat,” tutupnya.***
Artikel Terkait
Amsakar Dorong Data Akurat Lewat Sensus Ekonomi 2026
Bazar PKK di MTQH XXXIV, Amsakar: UMKM Batam Harus Naik Kelas
Deputi Bappenas Tinjau Pulau Penyengat untuk Melihat Potensi Pengembangan Kawasan
Diskominfo dan BKPSDM Batam Umumkan Seleksi Penerimaan IPDN Tahun 2025
Li Claudia Chandra Didaulat Menjadi Anggota Dewan Kehormatan Yayasan Hakka Batam
Ribuan Warga Sambut Meriah Pembukaan MTQH XXXIV Tingkat Kota Batam
Perkuat Koordinasi dan Hak Hukum bagi Perempuan, GOW Tanjungpinang Lakukan Kunker ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang
Kejuaraan Pencak Silat Championship Piala Walikota Tanjungpinang 2026, Walikota Lis Berharap Hasilkan Atlet Berprestasi Tingkat Nasional
Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Pemko Tanjungpinang Telah Distribusikan Air Bersih Capai 894,5 Ton
Jasa Kontruksi dan Toko Bangunan Diimbau Waspadai Penipuan Lelang Tertutup Pengadaan Material Mengatasnamakan Dinas Perkim Kepri