Dari jumalah tersebut tercatat indeks kedalaman kemiskinan 0,86 % dan indeks keparahan/kemiskinan ekstrim tahun 2024 sebesar 0,18 %.
Dari jumlah data tersebut dinilainya mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
“Untuk tahun 2024 yang termasuk dalam Garis Kemiskinan (GK) adalah masyarakat yang memiliki penghasilan Rp.789.218,- per bulan.
Maka pendataan tahun 2025 akan terus berproses dan akan dirilis sekitar akhir bulan September 2025.
Berharap dari pendataan yang kita lakukan akan mendapatkan hasil yang baik dan Tanjungpinang bisa turun dari angka kemiskinan,” ujar Yulia.
Baca Juga: Erlita Amsakar Sebut Posyandu Ujung Tombok Menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045
Sementara Kepala Bappelitbang Kota Tanjungpinang, Riono, menyampaikan beberapa kebijakan dan strategi pemerintah pusat dan daerah untuk penanganan kemiskinan.
Kebijakan tersebut meliputi penurunan pengeluaran melalui program bantuan sosial, subsidi, serta jaminan sosial.
Selain itu, peningkatan pendapatan dilakukan melalui program pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi lokal, dan akses pekerjaan.
“Untuk meminimalkan kantong kemiskinan dapat dilakukan dengan meningkatkan akses pelayanan dasar, mendorong konsolidasi program.
Serta meningkatkan peran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
Rapat ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kota Tanjungpinang.
Artikel Terkait
Kalapas Pastikan Kenyamanan dan Kesehatan WBP Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang Selama Jalani Masa Hukuman
Bayar Pajak Kendaraan Sambil Raih Hadiah Paket Umroh ke Tanah Suci dan Paket Wisata
Walikota Lis Nilai Kehadiran Pengembang Telah Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Daerah
Guna Meningkatkan Pembangunan, Pemko Batam Siap Perkuat Kapasitas Kemandirian Fiskal Daerah
Maskot dan Logo Porkot Batam ke VII di Launching, Walikota Batam Berharap Jadi Simbol Penyemangat
Pemko Tanjungpinang Melalui TPID Segera Memperketat Pantuan Harga Dipasaran
Walikota Nilai Perayaan HUT Kemerdekaan RI Tingkat RT Bukti Nyata Kebersamaan dan Menjunjung Tinggi Semangat Goro
Polresta Barelang Gelar Sosialisasi Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO
Erlita Amsakar Sebut Posyandu Ujung Tombok Menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045
Alami Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat, 450 Posyandu di Batam Terapkan Konsep Posyandu Siklus Hidup.