Taman Tasikardi, Tempat Plesiran Sekaligus Irigasi di Kesultanan Banten Sejak Sultan Ageng Tirtayasa

photo author
Khairul, Klik Read
- Selasa, 27 September 2022 | 15:09 WIB
Danau Tasikardi Taman plesiran kaum ningrat Kesultanan Banten yang dibangun oleh Sultan Ageng Tirtayasa, sekarang menjadi tempat wisata di wilayah wisata Banten Lama
Danau Tasikardi Taman plesiran kaum ningrat Kesultanan Banten yang dibangun oleh Sultan Ageng Tirtayasa, sekarang menjadi tempat wisata di wilayah wisata Banten Lama

Selama berabad-abad taman telah menjadi bagian suatu kuasa raja yang juga memberi penekanan estetik atau sebagai tempat hiburan. 

Baca Juga: Jangan sampai Terlewat! Lowongan Kerja Planning Staff September 2022 di PT Multi Kencana Niagatama Area Serang

Menurut catatan Denys Lombard - sejarawan asal Prancis - dalam bukunya Gardens in Java, tahun 2010, salah satu dari enam taman yang ada di Jawa dan Bali, adalah Taman Tasikardi yang dulu menjadi bagian kuasa si empunya taman, Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1683) dari Kesultanan Banten.

Lombard mencoba mengurai keberadaan lima taman yang ada di Jawa, meskipun sebagian yang tersisa adalah remahan dari taman-taman tersebut.

Baca Juga: Lowongan Kerja Terbaru 2022 di Serang Banten, Membutuhkan SPV Pajak, Dari PT Bumi Lancang Kuning Pusaka

Penulis buku magnum opus, Nusa Jawa Silang Budaya, tersebut mencoba merekonstruksi Taman Tasikardi dalam bukung Gardens in Java

Tasikardi agak sedikit berbeda dengan taman-taman lain yang dikonstruksi oleh Lombard. Jika Taman Sari di Yogjakarta, Sunyaragi di Kanoman Cirebon, Sriwedari di Surakarta, Ujung di Karangasem, dan Narmada di Mataram. 

Baca Juga: Jangan sampai Terlewat! Lowongan Kerja Planning Staff September 2022 di PT Multi Kencana Niagatama Area Serang

Jika taman-taman lain berfungsi pada umumnya sebagai plesiran kaum ningrat, Tasikardi difungsikan sebagai danau irigasi yang menyalurkan air bersih guna menopang sektor agraris Kesultanan Banten dan kehidupan masyarakatnya. 

Dalam bukunya Lombard menyatakan bahwa, Tasikardi merupakan sebuah danau buatan dengan luas lima hektar. Uniknya ada pulau kecil ditengahnya yang menjadi tempat plesiran keluarga si Sultan sebagai empunya taman.

Lokasinya sekitar sepuluh kilometer dari Kota Serang, Banten saat ini. Dalam bahasa Jawa, “Tasikardi” bermakna “Laut dan Gunung”. Tepi danau ini dikelilingi oleh batu bata.

Baca Juga: Link Live Streaming FIFA Match Day Indonesia vs Curacao 27 September 2022 di Stadion Pakansari Bogor

Lombard menduga danau itu dibangun pada masa Sultan Ageng Tirtayasa, yang bertakhta di Banten pada abad ke-17. Air dari danau ini dialirkan menuju ke Keraton Surosowan lewat pipa-pipa terakota dengan teknologi penyaringan dan penjernihan.

Visi yang luar biasa kita lihat dari sosok Sultan Ageng Tirtayasa saat itu. Selain menjadi tempat plesiran, Tasikardi juga sebagai urat nadi sektor agraris bagi Kesultanan yang kekuasaanya membentang dari Lampung hingga bagian barat pulau Jawa ini.

Baca Juga: Pialang Saham Memprediksi Siapa Juara di Qatar Berdasarkan Hitungan Algoritma, Tebak Siapa Juaranya?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Khairul

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X