Penyanyi dalam video itu bukanlah Titiek Soeharto, sementara visual yang ditampilkan hanyalah kolase dari berbagai sumber yang tidak berkaitan dengan isi lagu.
Qodari mengungkapkan bahwa konten tersebut sebenarnya telah mencantumkan keterangan sebagai materi hiburan, bukan fakta.
Hal ini, menurutnya, menjadi bukti nyata betapa pentingnya kehati-hatian dalam menyaring informasi di ruang digital.
Lebih lanjut, Qodari menyebut kasus ini sebagai contoh nyata bahaya hoaks yang memanfaatkan teknologi.
Termasuk kecerdasan buatan (AI), sehingga dapat menyesatkan tokoh senior sekalipun.
"Jadi ini contoh dari bahaya hoaks dalam medsos, bahaya dari AI, bagaimana seorang tokoh sepintar, sesenior seperti Pak Amien Rais itu bisa menjadi korban hoaks.
Baca Juga: Kementerian PPPA Temukan 33 Daycare Tidak Berizin di Yogyakarta
Jadi statement dari Pak Amien Rais tentang Pak Teddy itu adalah dasarnya hoaks," pungkas Qodari.
Menutup pernyataannya, Qodari mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan selalu melakukan verifikasi sebelum memercayai serta menyebarkan informasi di media sosial.***