"Kita akan tambah lagi sehingga minimal menjadi 100 rawat inap. Kita sedang kirim tenda tambahan dari Bali," terang Menkes.
Seluruh tenda menggunakan material tahan cuaca.
Dilengkapi lantai khusus untuk menjaga higienitas, mencegah genangan air saat hujan, serta mempermudah mobilisasi alat medis.
Baca Juga: Tertimbun Runtuhan Gempa NTT, Nenek 84 Tahun Ditemukan Selamat Meski Tak Makan-Minum Selama 4 Hari
Selain membangun RS lapangan, pemerintah juga memastikan kelancaran pemenuhan distribusi logistik ke lokasi bencana.
Dalam upaya mempercepat pemenuhan tersebut, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menugaskan enam pesawat angkut untuk mengirimkan pasokan pangan dan perlengkapan darurat ke daerah-daerah terdampak.
Keenam pesawat tersebut telah beroperasi sejak Senin, 17 Agustus 2026. Hal ini berdasarkan konfirmasi Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana.
“Sejak Senin, pesawat C-130J Super Hercules telah terbang menuju Labuan Bajo dengan membawa bantuan seberat 13.500 kilogram,” terangnya.
Keenam pesawat yang beroperasi terdiri dari dua C-130J Super Hercules, satu C-130 Hercules, satu Airbus A400M, dan dua Boeing 737.
Armada yang ditugaskan tersebar di sejumlah titik wilayah terdampak, berikut rinciannya:
- C-130J Super Hercules menuju Labuan Bajo dengan muatan 13.500 kilogram.
- C-130J Super Hercules lainnya menuju Maumere dengan muatan 13.563 kilogram.
- A400M menuju Labuan Bajo dengan muatan 20.779 kilogram.
- Boeing 737 menuju Maumere, membawa 20.000 kilogram bantuan.
Artikel Terkait
Rencana Kunjungan Jokowi ke NTT Disiapkan, Muncul Tanggapan Terkait Polemik Ijazah
Tangis Siswa Pramuka di Ende NTT Diduga Gagal Berangkat ke Jambore Nasional karena Terkendala Biaya
Warga Sumbar Kirim 5 Ton Rendang untuk Korban Bencana NTT, Kenang Bantuan saat Gempa 2009 Landa Ranah Minang
Tertimbun Runtuhan Gempa NTT, Nenek 84 Tahun Ditemukan Selamat Meski Tak Makan-Minum Selama 4 Hari