Baca Juga: Polisi Sita Uang Rp1,9 Miliar Hasil Penggerebekan Judi Online di Hayam Wuruk
Dalam hal ini, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumsel menduga, bagian tubuh itu milik seorang anak usia di bawah 5 tahun.
“Kita menduga temuan satu body part tadi diduga anak-anak yang mungkin usianya di bawah lima tahun," jelas Budi.
Telan 18 Korban Jiwa
Budi menuturkan, selain para korban yang ditemukan di lokasi kecelakaan, terdapat 1 penumpang Bus ALS yang meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Rupit Muratara.
Baca Juga: Pernyataan Amien Rais Dinilai Keliru Bawa Isu Private Teddy ke Ruang Publik
Dengan demikian, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 18 orang.
"18 orang yang meninggal akibat kecelakaan tersebut, tapi yang meninggal di tempat pada saat itu 17 orang termasuk kantong yang berisikan 2 potongan tubuh," beber Budi.
"1 orang korban lagi meninggal dunia, yakni Tahrul warga Tegal, di RSUD Rupit," terangnya.
16 Sampel DNA Korban Diperiksa
Baca Juga: Jika Putaran Mesin Motor Tidak Stabil saat Dinyalakan, Inilah Penyebabnya
Hingga saat ini, Tim DVI Polda Sumsel dikabarkan telah memeriksa seluruh jenazah korban.
Sebanyak 16 sampel DNA korban telah dikirim ke laboratorium Mabes Polri untuk proses identifikasi lanjutan.
Dalam hal itu, Budi memastikan hasil pemeriksaan diperkirakan keluar paling cepat dalam 5 hari dan paling lama 2 pekan.
Berdasarkan hasil identifikasi sementara, ditemukan sebanyak 13 korban laki-laki dewasa, 3 perempuan dewasa, serta 1 korban yang diduga jenazah balita.
Artikel Terkait
Bus yang Ditumpangi Pemain Persib Bandung Kecelakaan di Thailand
Polri: Pengamanan Mudik Lebaran 2026 Sukses, Angka Kecelakaan Menurun
Satlantas Polresta Barelang Gelar Konferensi Pers Penanganan Kecelakaan di Dekat SD Negeri 001 Batam Kota
Selain Kecelakaan di Bekasi Timur, Ini 5 Insiden yang Libatkan Taksi Listrik Green SM