KLIKREAD.COM, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat sorotan positif dalam forum internasional di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa.
Dalam rangkaian The Sixteenth Session of the United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD 16), Pemerintah Indonesia mengangkat pengalaman implementasi MBG sebagai contoh dalam menghubungkan kebijakan sosial dengan pembangunan ekonomi dan perdagangan yang inklusif.
Melalui acara sampingan bertajuk “From Trade to Table: Leveraging Integrated Trade-Development to Ensure Sustainable and Resilient Food System and Nutrition Programs” pada 22 Oktober 2025 silam, Indonesia menegaskan pentingnya perdagangan sebagai pendorong stabilitas global dan nasional yang juga harus menjamin akses terhadap pangan bergizi, beragam, aman, dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.
Baca Juga: Anda Terlihat Bahagia dan Percaya Diri untuk Ramalan Zodiak Pisces Kamis, 30 Oktober 2025
Wakil Menteri Bappenas, Febrian Ruddyard, menyampaikan bahwa program MBG mencerminkan pendekatan baru pembangunan Indonesia yang menempatkan manusia dan ketahanan pangan sebagai inti dari strategi pembangunan nasional.
“Melalui MBG, Indonesia menunjukkan bahwa kebijakan sosial dapat berjalan seiring dengan strategi perdagangan dan investasi. Program ini memperkuat rantai pasok lokal, memberdayakan pelaku usaha kecil, dan memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Febrian dalam keterangannya kepada media, Senin, 26 Oktober 2025.
Wamen Febrian juga menambahkan bahwa pengalaman Indonesia ini sejalan dengan semangat UNCTAD 16 yang menekankan transformasi ekonomi berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Anda Akan Berbagi Kebahagiaan untuk Ramalan Zodiak Aquarius Kamis, 30 Oktober 2025
“Pendekatan berbasis permintaan seperti MBG dapat menjadi model bagi negara berkembang lainnya untuk memastikan perdagangan berkontribusi terhadap kesejahteraan, bukan hanya pertumbuhan,” jelasnya.
Program MBG dipandang sebagai contoh konkret bagaimana kebijakan perdagangan dapat menjadi instrumen untuk menciptakan ketahanan pangan, memperkuat UMKM, dan mendorong pembangunan inklusif.
Melalui pendekatan demand-driven, MBG menciptakan permintaan terstruktur terhadap produk bahan pangan lokal mulai dari petani, nelayan, peternak, hingga pelaku UMKM.
Baca Juga: Hati-hati Efek Air yang Masuk ke Mesin Bisa Berisiko Kerusakan Tinggi pada Kendaraan
Permintaan yang stabil dan berjangka panjang ini mendorong peningkatan produktivitas, transfer teknologi, serta pembentukan rantai pasok yang tangguh di tingkat daerah.
“Selain sektor pangan, MBG juga akan memberikan multiplier effect pada sektor ekonomi lain seperti industri pengolahan, konstruksi, keuangan, logistik, dan digital teknologi”, ujar Pungkas Bahjuri Ali, Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas dalam keterangannya.
Artikel Terkait
BRI Gelar Program Pengusaha Muda BRILiaN 2025
Bingung Terim Dana Segar Rp200 Triliun, Menkeu Purbaya Duga Dirut Bank pada Pusing Penyalurannya
Naik Kelas Bersama Rumah BUMN BRI, UMKM Fashion Asal Bandung Semakin Dikenal dan Berhasil Tembus Pasar Internasional
Program 3 Juta Rumah dan Asta Cita, BRI Salurkan KPR Subsidi Rp14,65 Triliun hingga Agustus 2025
Pedagang Nanas Ini Sukses Kembangkan Produk Olahan yang Diminati Pasar berkat BRI
Tingkat Inflasi Indonesia Berada di Peringkat 76 dari 186 Negara di Dunia
Hari Tani Nasional, BRI Perkuat Dukungan bagi Sektor Pertanian melalui Akses Pembiayaan dan Pemberdayaan Inklusif
Nasabah Semakin Nyaman Gunakan Layanan Digital Banking BRI
PMPI dan Polda Sumbar Jalin Kolaborasi untuk Mendorong Regenerasi Pertanian
Program PaLaBek: Inovasi Pertanian Terpadu di Sumatera Barat