kabar-daerah

Dirgahayu Kabupaten Serang Yang ke 496, Masa Lalu, Harapan dan Angan Masa Depan Sejahtera

Jumat, 7 Oktober 2022 | 23:51 WIB
Dirgahayu Kabupaten Serang yang ke-496 Pulih Bangkit Sejahtera

Kabupaten Serang, secara yuridis-historis berdiri sejak Gubernur Jenderal Van der Capellen pada tahun 1816 datang dan mengambil alih Kesultanan Banten yang saat itu diperintah oleh Sultan Muhammad Rafiudin. 

Setelah itu Van der Capellen mendirikan Residensi Banten  (Bantam Regentschappen) dengan membaginya menjadi tiga buah kabupaten, yaitu, Serang, Lebak, dan Caringin. Sejak itulah Serang dipimpin oleh seorang Bupati dan yang pertama kali menjabat adalah Pangeran Mudzafar Adi Santika. 

Baca Juga: HUT Provinsi Banten ke 22 4 Oktober 2022 Dengan Tema Banten Tangguh Ekonomi Tumbuh

Jabatan Bupati adalah jabatan yang tertinggi yang bisa dipegang oleh orang bumiputera saat itu. Sejak abad ke-19 itu, Belanda perlahan-lahan membangun sebuah negara birokrasi yang lengkap dengan jajaran bupatinya.

Dalam perjalanannya, Kabupaten Serang pada masa kolonial Belanda, sempat dipimpin oleh Raden Aria Achmad Djajadiningrat 1901-1904, anak dari wedana Kramatwatu Raden Bagus Djajawinata. Achmad Djajadiningrat ini adalah sosok bupati yang sangat maju dan aktif dalam Pergerakan Nasional Indonesia melalui Volksraad. 

Baca Juga: Tradisi Panjang Mulud, Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Banten Secara Bergantian Selama Bulan Rabiul Awal

Selama ia menjabat sebagai Bupati dan setelahnya, ia mendukung segala aktifitas pergerakan nasional di wilayah Kabupaten Serang.

Pada masa perang kemerdekaan, Kabupaten Serang dipimpin oleh Brigjen (Anm). KH Syamun 1945-49, mempertahankan setiap jengkal wilayah Serang dan Banten pada umumnya. Lewat perjuangan heroiknya, Kabupaten Serang berhasil melewati fase-fase kritis awal kemerdekaan karena serangan bertubi-tubi dari Belanda yang ingin berkuasa kembali di Indonesia.

Baca Juga: Polri Menetapkan Enam Tersangka Pada Kasus Tragedi Kanjuruhan Yang Menewaskan Ratusan Suporter

Kabupaten Serang: Harapan dan Angan

Selepas perang kemerdekaan, Kabupaten Serang menjadi bagian dari Propinsi Jawa Barat. Sepanjang sejarah Kabupaten Serang berada di bagia Propinsi Jawa Barat, pembangunan terkesan agak lambat dibandingkan dengan wilayah Jawa Barat yang lainnya. 

Reformasi 1998 menjadi 'berkah' tersendiri bagi Kabupaten Serang. Atas usaha dan banyaknya tuntutan otonomi dan pemekaran wilayah, maka tahun pada tahun 2000, Propinsi Banten berdiri.

Baca Juga: Wasekjen PSSI Maaike Ira Puspita, PSSI Sudah Memberitahu FIFA Mengenai Kronologi Tragedi Kanjuruhan

Kabupaten Serang menjadi bagian dari Propinsi baru tersebut, dan pelan tapi pasti pembangunan dan perubahan mulai terlihat dan terasa jelas Kabupaten Serang menjadi lebih baik. 

Sejak tahun 1980-2000an, Kabupaten Serang menjelma menjadi kawasan industri dengan perkembangan yang sangat pesat. Kawasan-kawasan sentra industri dibuka seiring percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Serang.

Halaman:

Tags

Terkini