Untuk pelaksanannya sendiri, setiap kampung atau perorangan mengatur jadwalnya selama satu bulan dalam bulan Rabiul Awal dalam Kalender Hijriah. Supaya tidak bentrok biasanya mereka membuat kesepakatan kapan-kapannya pelaksanaan.
Seperti yang redaksi alami di wilayah Pabuaran-Ciomas, setiap kampung atau perorangan akan mengundang orang-orang diluar kampungnya untuk datang ke Masjid atau Musholla merayakan Panjang Mulud bersama-sama. Sebaliknya juga begitu, saling mengundang antar kampung.
Baca Juga: Warna dan Harga New Honda Vario 125 yang Baru Rilis Tampil Lebih Manis dan Kinyis-kinyis
Setelah berdoa dan bershalawat di Masjid atau Musholla di suatu kampung, arak-arakan kendaraan hias Panjang Mulud akan diarak keliling. Bentuknya unik-unik dan kreatif, karena memang ada rasa wah sendiri bagi setiap kampung jika arak-arakannya besar dan ramai.
Bahkan tak jarang dalam arak-arakan tersebut ada uang pecahan ribuan yang disematkan dalam arakan hias tersebut. Hal ini adalah bentuk wujud syukur untuk berbagi dengan warga sekampung. Apalagi kalau orang Banten tersebut merantau dan khusus kembali pulang waktu perayaan Panjang Mulud.
Baca Juga: Delapan Fitur Cetar Milik New Honda Vario 125, Bikin Susah untuk Berpaling
Sepanjang jalan arak-arakan tersebut yang kita lihat adalah rasa suka cita dan bahagia masyarakat seperti mereka merasakan pentingnya Nabi Muhammad SAW buat kehidupan mereka, karena telah memberi rahmat bagi semesta alam.***