KLIKREAD.COM, Malaysia - Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim mengecam tindakan tentara zionis Israel yang telah menahan relawan malaysia di Kapal misi Gaza.
Sementara pada misi kemanusiaan dalam pelayaran menuju Gaza, diantaranya terdapat relawan asal Malaysia.
Mereka tergabung dalam misi Freedom Flotilla Coalition (FFC) dan Thousand Madleens To Gaza (TMTG).
Baca Juga: Momen Hangat Pertemuan Prabowo dan Raja-Ratu Belanda, Simbol Penghormatan Tinggi untuk Indonesia
“Saya mendapat informasi bahwa kapal misi kemanusiaan FFC secara tidak sah di perairan internasional oleh tentara zionis Israel sekitar pukul 10.50 pagi waktu Malaysia,” ujar Anwar di Kuala Lumpur, Rabu 8 Oktober 2025.
Menurut laporan yang diterima, sedikitnya sembilan aktivis asal Malaysia ikut dalam dua kapal tersebut bersama relawan dari berbagai negara.
Penahanan itu disebut terjadi saat kapal tengah membawa bantuan untuk rakyat Gaza.
Baca Juga: Ratusan Diplomat Walk Out saat Benjamin Netanyahu Berpidato di Sidang Majelis Umum PBB
Anwar menyebut tindakan tersebut provokatif dan melanggar hukum internasional.
Ia menilai penahanan kapal kemanusiaan adalah perbuatan tidak berperikemanusiaan dan bertentangan dengan nilai hak asasi manusia.
“Pemerintahan Madani Malaysia akan berusaha dengan segala daya dan upaya untuk melindungi setiap nyawa rakyat Malaysia yang terlibat dalam misi ini,” tegasnya.
Baca Juga: Prabowo di Sidang Umum PBB: Dunia Harus Tolak Doktrin
Seraya ia mengatakan akan segera berkomunikasi dengan negara mitra dan organisasi internasional untuk memastikan pembebasan relawan Malaysia tersebut.***