KLIKREAD.COM, Nepal - Presiden Nepal Ram Chandra Poudel mengambil keputusan pembubaran Dewan Perwakilan Nepal.
Pembubaran DPR tersebut sejalan dengan tuntutan para pengunjuk rasa dan merekomendasikan Perdana Menteri Sementara, Sushila Karki berlaku mulai pukul 23:00 waktu setempat.
Selanjutnya Karki ditunjuk sebagai kepala pemerintahan sementara.
Baca Juga: Akibat Serangan Udara Israel di Gaza Kota Tewaskan 17 Warga Palestina
Setelah pembubaran Dewan Perwakilan Nepal, pemilihan umum baru digelar pada 5 Maret 2026, dilansir dari Xinhua.
Sementara itu, DPR dibubarkan setelah tercapai kesepakatan politik antara partai-partai besar dan kelompok protes yang digelar beberapa hari sebelumnya.
Protes terjadi pada Senin 8 September 2025 di Kathmandu dan berlanjut pada Selasa 9 September 2025 di wilayah lain di Nepal.
Baca Juga: Bayi Tewas dan Puluhan Lainnya Terluka Akibat Serangan Udara Rusia Bakar Gedung Pemerintahan Ukraina
Aksi protes tersebut dilakukan untuk menuntut reformasi politik dan perubahan kepemimpinan.
Presiden Poudel mengambil langkah cepat untuk menenangkan situasi politik yang tegang.
Pembubaran DPR ini bersifat resmi dan diakui secara konstitusional.
Baca Juga: Serangan Besar-besaran, Israel Peringatkan Warga Kota Gaza Mengungsi ke Selatan
Pemerintah diperkirakan akan memimpin hingga pelaksanaan pemilu baru, yang dijadwalkan kurang lebih enam bulan sejak pengumuman ini.
Penjadwalan pemilu bertujuan untuk memastikan proses demokrasi tetap berjalan dengan lancar.***
Artikel Terkait
Kapal Perang Indonesia Berpartisipasi dalam Kegiatan Maritim Regional di Malaysia
Foto Travis Kelce Lamar Taylor Swift Dibanjiri Like
Ratusan Aktivis Berbagai Negara Siapkan Armada Bantuan Terbesar untuk Gaza
Dikarenakan Gunakan Karyanya, Animator Pakistan Bakal Gugat Film Merah Putih One For All
Gempa Magnitudo 6.0 di Afghanistan, Korban Jiwa Tembus 1 Ribu Lebih
RMK Airbrush Painting Tunjukkan Kemampuan dengan Pengecatan Pesawat di Malaysia
Serangan Besar-besaran, Israel Peringatkan Warga Gaza City Mengungsi ke Selatan
Viral, Presiden Donald Trump Ubah Nama Departemen dan Menteri Pertahanan AS Jadi Menteri Perang
Bayi Tewas dan Puluhan Lainnya Terluka Akibat Serangan Udara Rusia Bakar Gedung Pemerintahan Ukraina
Akibat Serangan Udara Israel di Gaza Kota Tewaskan 17 Warga Palestina