Hingga November 2025, 41.800 Warga Negara Asing Ditolak Masuk Singapura

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Minggu, 21 Desember 2025 | 20:18 WIB
Ilustrasi. Singapura. (foto: visitsingapore.in/mistar)
Ilustrasi. Singapura. (foto: visitsingapore.in/mistar)

KLIKREAD.COM, Singapura -Hingga November 2025, sekitar 41.800 warga negara asing (WNA) ditolak masuk di pos pemeriksaan Republik Singapura.

Jumlah warga asing yang ditolak masuk Singapura diprediksi akan bertambah pada tahun depan.

Dilansir The Straits Times, Minggu, 21 desember 2025, para pelancong yang tidak diinginkan oleh Singapura akan menghadapi pengawasan yang lebih ketat mulai tahun 2026.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Indonesia-Pakistan Dukung Kemerdekaan Palestina, Serukan Two-State Solution

Hal itu seiring inisiatif arahan larangan naik pesawat (no-boarding directive/NBD) yang baru.

Mulai Januari 2026, Singapore Airlines, Scoot, Emirates, Turkish Airlines, dan AirAsia akan menerapkan NBD untuk melarang pelancong naik pesawat tujuan Singapura jika mereka ditemukan tidak memenuhi syarat masuk ke Singapura.

Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (Immigration and Checkpoints Authority/ICA) mengatakan lebih banyak maskapai penerbangan akan bergabung dengan inisiatif itu mulai Maret 2026.

Skema baru tersebut muncul setelah data ICA menunjukkan jumlah total pelancong yang ditolak masuk ke Singapura antara Januari dan November 2025.

Baca Juga: Perkuat Kerja Sama di Bidang Kesehatan, Prabowo Sebut Pakistan Akan Kirim Dokter ke RI

Hampir 26% lebih tinggi daripada sepanjang tahun 2024 dan 46% lebih banyak daripada mereka yang ditolak masuk pada tahun 2023.

ICA mengatakan banyak pelancong yang ditolak masuk karena beberapa lapisan pemeriksaan keamanan.

Hal itu termasuk jalur otomatis yang dilengkapi dengan kemampuan deteksi anti-pemalsuan.

Baca Juga: Pakistan-Indonesia Sepakati Langkah Kerja Sama, Fokus Agrikultur dan IT

Dan juga sistem penyaringan biometrik multi-modal yang memungkinkan ICA untuk dengan cepat mengungkap mereka yang mencoba masuk ke Singapura dengan menyamar sebagai orang lain atau menggunakan banyak identitas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Disambut Hangat di Seoul

Rabu, 1 April 2026 | 10:54 WIB
X