Sedangkan kata "munggahan" dalam KBBI adalah tradisi berkumpul dan makan bersama dengan keluarga atau teman untuk menyambut bulan Ramadan.
Dalam tradisi punggahan ada beberapa hikmah dan faedah yang dapat kita ambil kebaikan dan kebajikannya.
Pertama, sebagai bentuk syukur.
Salah satu hikmah dari tradisi punggahan yakni menjadi salah satu rasa syukur atas nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita semua, yakni hadirnya bulan suci Ramadhan, bulan yang dinanti-nantikan bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia.
Dengan dipertemukannya umur kita dengan bulan Ramadhan menjadikan kita untuk menjadi hamba yang lebih baik, karena sejatinya kita diberi kesempatan oleh Allah swt untuk memperbanyak pahala.
Baca Juga: Sejarah Gedung Sjahrir Tempat Menginap Delegasi Indonesia pada Perundingan Linggarjati
Sesungguhnya beribadah di bulan suci Ramadhan, pahalanya akan dilipatgandakan.
Kedua, ajang silaturahim.
Dengan bersama-sama hadir di masjid, untuk berdoa dan menyantap makanan bersam kerabat dan masyarakat menjadikan kita saling bersilaturahim.
Apalagi jika yang biasanya memiliki kesibukan masing-masing dan sulit untuk bertemu.
Ketiga, momen saling meminta maaf.
Momen saling berkumpul dan bersilaturahim ini, juga bisa dijadikan kesempatan untuk saling memaafkan satu sama lain.
Apalagi sebelum menyambut Ramadhan penting bagi kita untuk memohon maaf kepada sesama.
Sudah hal biasa dan dianjurkan bagi kita, untuk selalu membersihkan diri kita baik jasmani maupun rohani ketika menyambut bulan suci Ramadhan, salah satunya membersihkan rohani kita yakni merontokkan dosa dengan cara saling meminta maaf.