KLIKREAD.COM - Ternyata tanpa kita sadari terdapat dua nimat yang menipu manusia.
Nikmat sehat dan waktu luang, dua nikmat ini seringkali dilalaikan oleh manusia termasuk pula hamba yang faqir ini.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Baca Juga: Maksimalkan Komunikasi dengan Allah, Caranya Khusyuk dalam Shalat
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)
Ibnu Baththol mengatakan, ”Seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat.
Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini (yaitu waktu senggang dan nikmat sehat), hendaklah ia bersemangat, jangan sampai ia tertipu dengan meninggalkan syukur pada Allah atas nikmat yang diberikan.
Baca Juga: Inilah Sifat Kemunafikan dalam Shalat Menurut Imam Ibnul Qoyyim Rahimahullah
Bersyukur adalah dengan melaksanakan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan Allah.
Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, maka dialah yang tertipu.”
Ibnul Jauzi mengatakan, ”Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun ia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunianya.
Dan terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun ia dalam kondisi tidak sehat.
Baca Juga: Jauhi Bahaya Syirik, Karena Merupakan Doa Besar Menyekutukan Allah
Artikel Terkait
Mulailah Belajar Bersabar dan Selalu Tabah Supaya Kita Tetap Ingat Kuasa Allah
Proses Penyembelihan Hewan Qurban, Sunnah Sesuai Dianjurkan dalam Islam
Keutamaan Sunnah dari Sedekah Memberi Makanan Setelah Jumatan
Jika Mengerjakan Sholatlah, Maka Seperti Engkau Hendak Meningalkan Dunia
Tetap Semangat Mencari Pahala di Dunia untuk Bekal Menuju Kehidupan di Akhirat
Melihat Tetanggamu Kelaparan, Maka Segeralah untuk Membantunya
Jauhi Bahaya Syirik, Karena Merupakan Doa Besar Menyekutukan Allah
Dosa Sudah Lama Berlalu, Namun Allah Tak akan Pernah Lupa
Inilah Sifat Kemunafikan dalam Shalat Menurut Imam Ibnul Qoyyim Rahimahullah
Maksimalkan Komunikasi dengan Allah, Caranya Khusyuk dalam Shalat