Menurutnya, penataan saluran perlu dilakukan secara menyeluruh agar aliran air dari hulu menuju hilir dapat berjalan lebih baik.
Pada titik yang membutuhkan penanganan, ia juga meminta dilakukan normalisasi dengan menggunakan alat berat.
“Pekerjaan harus berjalan, tetapi lalu lintas dan aktivitas warga jangan sampai terganggu,” katanya.
Peninjauan kemudian berlanjut ke kawasan spillway di Jalan Letjend Suprapto, Muka Kuning, tepatnya di belakang Rusun Pemko.
Baca Juga: Usai Tangkap Basri di Malaysia, Bareskrim Buru Yuwanky dan Sita Aset di Batam
Kawasan tersebut menjadi salah satu bagian yang diperhatikan dalam upaya membenahi sistem drainase secara menyeluruh.
Tak hanya persoalan banjir, Li Claudia juga menyoroti aspek keselamatan pengguna jalan.
Ia meminta perencanaan penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jalan Laksamana Bintan, dari Simpang Pollux hingga Simpang Telkom, Kecamatan Batam Kota, segera dipercepat.
Ruas jalan tersebut dinilai membutuhkan penerangan yang memadai, terutama pada malam hari.
Baca Juga: Jaga Rute Pawai Maulid Nabi, Satlantas Polres Natuna Hadirkan Rasa Aman bagi Ratusan Siswa SD
Keberadaan PJU diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melintas.
Li Claudia menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan secara fisik.
Setiap pekerjaan harus direncanakan dengan matang, dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Serta mempertimbangkan manfaat dan dampaknya bagi masyarakat.
Baca Juga: Progres Capai 39,19%, BP Batam Kebut Pelebaran Jalan Gajah Mada Jadi 6 Lajur.