KLIKREAD.COM, Anambas - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mendesak PT PLN (Persero) segera memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Tarempa, Pulau Matak, dan Jemaja.
Saat ini kondisi pasokan listrik di wilayah tersebut dinilai kritis akibat tipisnya cadangan daya pembangkit.
Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, mengungkapkan daya mampu pembangkit di sistem Tarempa saat ini hanya berkisar 3,5 Megawatt (MW).
Sementara itu, beban puncak pemakaian masyarakat telah mencapai 3,2 hingga 3,3 MW.
Baca Juga: Gubernur Kepri Dampingi JAM-Intel Kejagung RI Jajaki Wisata Sejarah Pulau Penyengat
"Selisih antara daya mampu dan beban puncak saat ini relatif kecil.
Jika salah satu unit pembangkit mengalami gangguan atau perawatan, pasokan listrik ke masyarakat langsung terdampak," ujar Bayu di Anambas, Selasa 25 Agustus 2026, malam.
Guna mengatasi ancaman krisis energi tersebut, Pemkab Kepulauan Anambas mendorong percepatan realisasi penambahan mesin pembangkit berkapasitas 1 MW.
Selain solusi jangka menengah tersebut, PLN diminta menyiapkan langkah penanganan darurat, seperti evaluasi mesin eksisting, penyediaan suku cadang, hingga opsi sewa cadangan daya sementara.
Baca Juga: Usai Tangkap Basri di Malaysia, Bareskrim Buru Yuwanky dan Sita Aset di Batam
Bayu menegaskan masyarakat membutuhkan jadwal dan kepastian yang jelas mengenai pengiriman hingga pengoperasian mesin tambahan tersebut, bukan sekadar janji proses pengusulan.
Ia juga mengingatkan PLN agar menyusun perencanaan jangka panjang untuk tiga hingga lima tahun ke depan seiring pertumbuhan penduduk, pariwisata, dan ekonomi di Kepulauan Anambas.
Penambahan daya 1 MW diharapkan tidak menjadi penambal masalah sementara.
"jangan sampai setelah mesin tambahan beroperasi, satu atau dua tahun kemudian kita kembali menghadapi persoalan yang sama," tegasnya.