kepri

Hangatnya "Kapolres Menyapa": Kala Kopi Pagi Menyatu dengan Evaluasi Budaya dan Siaga Karhutla di Natuna

Minggu, 23 Agustus 2026 | 17:02 WIB
Jajaran Polres Natuna bersama Pemerintah Kabupaten Natuna berkumpul dalam forum santai bertajuk Kapolres Menyapa. (Humas Pemkab Natuna)

KLIKREAD.COM, NATUNA – Suasana pagi di Ranai Square, Kecamatan Bunguran Timur, Jumat 21 Agustus 2026 terasa berbeda. 

Diiringi aroma kopi dan obrolan hangat, jajaran Polres Natuna bersama Pemerintah Kabupaten Natuna berkumpul dalam forum santai bertajuk Kapolres Menyapa.

Dua agenda utama menjadi wacana hangat, menyempurnakan kemeriahan Pawai Budaya dan mengantisipasi ancaman musiman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

​Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Efendie, membuka ruang diskusi dengan menyoroti dinamika Pawai Budaya yang baru saja usai.

Baca Juga: Di Ancam Si Jago Merah, Damkar Jemaja Sigap Turun Lokasi

Meski terbilang sukses dan menyedot antusiasme warga yang lebih besar dibanding tahun lalu, cuaca terik Natuna menyimpan catatan penting untuk keselamatan peserta.

​"Ke depan, kenyamanan peserta perlu kita utamakan. Jarak tempuh bisa dipersingkat, jalur alternatif disiapkan, dan water station serta tim medis harus disiagakan di titik-titik krusial," tutur AKBP Novyan.

​Ia juga mengusulkan ide segar agar kawasan Pantai Piwang dimanfaatkan sebagai panggung atraksi drumband serta pertunjukan sanggar seni.

Area persiapan pun disarankan bergeser ke Lapangan Bola Sri Serindit agar ruang gerak warga dan peserta terasa lebih lega.

Baca Juga: Kapolda Kepri Dampingi Kunjungan Menko Polkam di Tanjungpinang guna Jaga Stabilitas Kamtibmas

​Semangat perbaikan tersebut disambut hangat oleh Pemkab Natuna. Kepala Bakesbangpol Helmi Wahyuda dan Kadis Kominfo Ikhwan Solihin mengapresiasi perhatian kepolisian.

Evaluasi teknis mulai dari manajemen penonton, penataan spanduk, hingga optimalisasi sound system dan dokumentasi siap dijahit menjadi standar baru penyelenggaraan acara daerah.

​Namun, di balik selebrasi budaya, Natuna mulai menatap riak cuaca yang mengering. Kalaksa BPBD Natuna, Raja Darmika, mengingatkan bahaya Karhutla yang sewaktu-waktu bisa mengintai, terutama dengan keterbatasan personel di luar wilayah Ranai.

​Pertemuan lintas instansi ini pun menjadi ajang konsolidasi cepat untuk memperkuat pos siaga kecamatan, melengkapi alat pemadam, dan mengedukasi

Halaman:

Tags

Terkini