“Apa yang disampaikan di media sosial dan daring itu tidak sesuai fakta.
Tidak ada pungutan sebesar itu sama sekali, kami berharap klarifikasi ini dapat mencegah kesalahpahaman dan tidak menimbulkan polemik di lingkungan pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Kelas VI, Ria, juga menepis anggapan bahwa acara berlangsung secara mewah.
“Segala sesuatunya disiapkan secara sederhana, termasuk konsumsi yang disajikan biasa saja tidak ada hal yang berlebihan,” katanya.
Baca Juga: Promo Wuling Air EV Lite Bunga 0 Persen, Harga Dibandrol Mulai Rp184 Jutaan
Menurutnya, biaya yang dikeluarkan bersifat sukarela dan disesuaikan dengan kemampuan bersama.
“Bahkan sebagian berasal dari tabungan uang jajan anak yang sudah disetujui oleh kami selaku orang tua, bahkan bagi siswa yang tidak mampu tetap dapat mengikuti kegiatan tersebut.
Sekali lagi, tujuannya agar acara berjalan lancar tanpa terganggu risiko hujan dan banjir,” jelasnya.
“Momen perpisahan ini hanya terjadi satu kali dalam enam tahun masa sekolah.
Baca Juga: Demo Mahasiswa Bikin Macet, Sebagian Rute Transjakarta Dihentikan
Sebagai ketua paguyuban sekaligus orang tua murid, saya siap menjelaskan keadaan sebenarnya kepada siapa pun agar masyarakat tidak hanya mendengar satu sisi informasi saja,” tambah Ria.
Seorang orang tua murid, Aqila, turut membenarkan hal tersebut. “Iuran yang kami sepakati tidak memberatkan keluarga sama sekali,” ucapnya.
Pihak penyelenggara menyatakan tetap membuka ruang komunikasi dan diskusi agar semua pihak memperoleh informasi yang jelas, lengkap, dan akurat mengenai kegiatan yang telah dilaksanakan.***