KLIKREAD.COM, Tanjungpinang - Sejumlah pelajar dari Singapura menggelar edukasi sejarah dan budaya di Pulau Penyengat selama empat hari.
Selama di Pulau penyengat serangkaian edukasi mereka pelajari termasuk penanaman mangrove, dan budaya gotong royong masyarakat Melayu di Pulau Penyengat.
Seperti dikrtahui Pulau Penyengat bukan sekadar ikon dan destinasi wisata unggulan di Provinsi Kepri.
Baca Juga: Nimpa Pengendara, BPBD Tanjungpinang Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan KM 10
Namun lebih jauh Penyengat juga dapat berfungsi sebagai ruang pembelajaran hidup yang kaya akan nilai sejarah, budaya, dan kearifan lingkungan dunia Melayu.
Lewat program yang sejak lama ditaja bersama Nusantara Connect Singapore, pulaupenyengat.id kembali menghadirkan para pelajar Singapura ke Pulau Penyengat.
Tidak hanya berkunjung, namun para pelajar secara langsung benar-benar merasakan denyut nadi kehidupan masyarakat di pulau bersejarah itu.
Mereka menginap di Pulau Penyengat selama empat malam, berinteraksi dengan masyarakat.
Baca Juga: Walikota Lis akan Tindak Tegas Oknum Ambil Keuntungan dari Proses Relokasi Pelaku UMKM
Bahkan melaksanakan dan mengikuti berbagai program.
Pendiri pulaupenyengat.id Raja Farul mengatakan, selama di Penyengat para pelajar Singapura terlibat secara aktif dalam serangkaian kegiatan.
“Ini yang keenam kalinya kami laksanakan.
Mereka belajar, menyaksikan langsung adab dan tata krama orang Melayu dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Siap Direlakosi Usaha, Pelaku UMKM Dukung Penataan Taman Gurindam Dua Belas