Yanin juga menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan agenda rutin SKK Migas Perwakilan Sumbagut dalam membangun komunikasi dan menyampaikan perkembangan industri migas di daerah.
Dalam kesempatan itu, sejumlah KKKS juga berharap dukungan Pemerintah Provinsi Kepri terhadap percepatan persetujuan perpanjangan kontrak kerja sama di Kementerian ESDM.
Sementara itu, Medianestrian dari Harbour Energy menjelaskan bahwa perusahaan asal Inggris tersebut telah memproduksi migas di Natuna Blok A sejak tahun 1980-an dan memiliki komitmen melakukan tiga sumur eksplorasi pada 2026.
“Kami juga menunggu perpanjangan kontrak blok yang berlaku hingga 2029. Mohon dukungan dan doa agar terdapat tambahan cadangan minyak dan gas yang bisa meningkatkan produksi ke depan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Vera Novita Rahma dari Star Energy (Kakap) Ltd. yang menyebutkan bahwa pihaknya menargetkan produksi sekitar 1.000 barel per hari meskipun masih menghadapi sejumlah kendala teknis.
Baca Juga: Tingkatkan PAD, Pemko Tanjungpinang Lakukan Perkuat Digitalisasi Pajak dan Retribusi Daerah
Selain itu, Star Energy juga terus menjalankan program pembinaan masyarakat di Anambas serta kegiatan sosial berupa pengobatan massal rutin setiap tahun.***