kepri

Realisasi Investasi Batam Capai Rp17,4 Triliun, Walikota Batam Sebut Kepercayaan Investor Domestik dan Asing Meningkat

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:04 WIB
Investasi di Batam mengalami kenaikan cukup signifikan pada riwulan i ahun 2026 mencapai Rp17,4 Triliun. (Foto:Diskominfo Batam)

KLIKREAD.COM, Batam - Walikota Batam Amsakar Achmad mengklaim, realisasi investasi Kota Batam sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai Rp17,4 triliun.

Angka triwulan I ini, tumbuh 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dan meningkat 68,92 persen dibandingkan triwulan IV 2025 lalu.

Baca Juga: Penderita ODHIV di Tanjungpinang Capai 1.000 Orang, Wawako Tegaskan Penanganan Harus Jadi Prioritas Bersama

Capaian tersebut kata Amsakar, menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor domestik maupun asing terhadap iklim usaha di Batam yang dinilai semakin kondusif dan kompetitif.

Amsakar mengatakan, pertumbuhan investasi tersebut tidak hanya terlihat dari sisi nilai, tetapi juga dari percepatan realisasi proyek di lapangan.

Menurutnya, peningkatan PMDN menjadi salah satu capaian penting pada awal tahun ini.

Baca Juga: Andalkan Wisata Budaya dan Sejarah, Kunjungan Wisman ke Tanjungpinang Triwulan I 2026 Naik 3,98 Persen

Realisasi PMDN tercatat sebesar Rp8,5 triliun atau tumbuh hingga 216 persen secara tahunan. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp8,8 triliun.

“Pertumbuhan PMDN ini menjadi sinyal positif bahwa investor domestik semakin percaya terhadap prospek ekonomi dan kepastian investasi di Batam,” ujar Amsakar yang juga Kepala BP Batam, Selasa 12 Mei 2026.

Ia menilai keseimbangan pertumbuhan antara PMDN dan PMA memperlihatkan fondasi investasi Batam semakin kuat.

Baca Juga: Disbudpar Siapkan Paket Wisata Terpadu, Berharap Wisman Tak Hanya Singgah Namun Belanja dan Nginap di Tanjungpinang

Kondisi tersebut juga mencerminkan iklim usaha yang kondusif serta dukungan infrastruktur dan kawasan industri yang terus berkembang.

Dari sisi sektor usaha, investasi di Batam masih didominasi industri bernilai tambah. Industri mesin dan elektronik menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 23,65 persen.

Halaman:

Tags

Terkini