“Pulau Penyengat adalah ikon wisata sejarah dan budaya Melayu yang mendunia. Kita ingin memastikan para pengunjung datang tidak hanya untuk melihat Masjid Raya Sultan Riau, tetapi juga merasakan suasana lingkungan yang asri, bersih, sehat, dan nyaman.
Baca Juga: Sinergi Jaga Kondusivitas Kepri, Kapolda Kepri Terima Audiensi Pengurus Cabang PMII
Ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujar Hasan.
Menurutnya, kualitas lingkungan destinasi wisata menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat citra Kepulauan Riau sebagai destinasi unggulan Indonesia.
“Melalui Gerakan Wisata Bersih dan Indonesia ASRI, kita ingin membangun budaya sadar wisata yang dimulai dari hal sederhana, yakni menjaga kebersihan dan keindahan destinasi.
Kepri memiliki kekuatan wisata bahari, sejarah, dan budaya yang luar biasa dan semuanya harus dijaga bersama,” tambahnya.
Baca Juga: Berhasil Diringkus Polda Kepri, Pria Ini Akui Tebas Pohon Karena Tekanan Batin
Ia juga menegaskan bahwa gerakan tersebut akan dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai destinasi prioritas Kepri sepanjang tahun 2026.
Setelah Pulau Penyengat, kegiatan serupa direncanakan akan dilaksanakan di kawasan Pantai Trikora dan Gurindam 12 Tanjungpinang.
Pemprov Kepri sendiri menargetkan peningkatan kualitas destinasi wisata untuk mendukung capaian dua juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2026.
Sekaligus mewujudkan Kepulauan Riau sebagai Green Tourism Destination di wilayah Barat Indonesia.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, Pulau Penyengat kini tidak hanya menjadi simbol kejayaan budaya Melayu.
Tetapi juga simbol kebangkitan pariwisata hijau dan berkelanjutan di Kepulauan Riau.***