kepri

Batam Kota Tujuan, Menjaga Keseimbangan Antara Migrasi dan Lapangan Kerja

Jumat, 1 Mei 2026 | 14:32 WIB
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, meninjau arus mudik, belum lama ini. (Humas Diskominfo Batam)

KLIKREAD.COM, Batam – Batam terus menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai daerah yang ingin mencari peluang hidup yang lebih baik.

Namun, di balik gemerlap peluang ekonomi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus bekerja keras menjaga keseimbangan, terutama dalam menekan angka pengangguran dan menata administrasi kependudukan agar tetap tertib.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menyampaikan bahwa meskipun arus pendatang terus meningkat setiap tahunnya, tren pengangguran di Kota Batam justru menunjukkan penurunan.

Tantangan terbesar kini bukan hanya soal jumlah, melainkan bagaimana menyeimbangkan ketersediaan lapangan kerja dengan banyaknya pencari kerja yang datang.

 Baca Juga: Respons Aduan Warga U-Turn Di Jalan Laksamana Bintan Dibuka Kembali, Lokasi Digeser Demi Keselamatan

"Batam memang dikenal sebagai daerah dengan peluang ekonomi yang menjanjikan, sehingga banyak yang tertarik untuk datang dan bekerja.

Data tahun 2025 saja mencatat, ada penambahan penduduk sekitar 17.656 jiwa," ujar Rudi, Kamis 30 April 2026.

Kondisi ini tentu membawa dampak tersendiri, semakin banyak pendatang, persaingan kerja pun semakin ketat.

Rudi menyoroti bahwa salah satu tantangan utama adalah kesesuaian keterampilan (kompetensi) tenaga kerja dengan kebutuhan industri, baik di sektor manufaktur maupun ekonomi digital.

 Baca Juga: Presiden Prabowo Terbitkan Perpres Satgas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja dan Kesejahteraan Buruh

"Oleh karena itu, Pemko Batam tidak tinggal diam, berbagai program strategis terus digulirkan, mulai dari pelatihan berbasis kompetensi hingga memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan institusi pendidikan.

Tujuannya jelas, agar kualitas SDM meningkat dan penyerapan tenaga kerja bisa lebih maksimal," jelasnya.

Di sisi lain, tingginya mobilitas penduduk juga membuat Batam menjadi salah satu kota dengan angka migrasi tertinggi di Indonesia.

Hingga April 2026 ini, tercatat sekitar 11 ribu pengajuan pindah masuk, dengan rata-rata 200 permohonan setiap harinya.

Halaman:

Tags

Terkini