KLIKREAD.COM, Tanjungpinang - Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah menilai, struktur ekonomi daerah yang tidak bertumpu pada sumber daya alam semata.
Melainkan keberadaan UMKM ini juga menjadi sektor paling strategis dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat di Kota Tanjungpinang.
Pernyataan Lis tersebut saat Rapat Koordinasi Temu Pelaku UMKM di Hotel Alltrue, Rabu 22 April 2026.
Baca Juga: Pelaku UMKM Tanjungpinang Berharap Dukungan Pemda Penyediaan Mesin Sterilisasi Produk Sambal
Rakor diikuti sekitar 100 pelaku UMKM, terdiri dari 40 perwakilan IKM Disperindag, 40 perwakilan Disnaker, dan 20 perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta pelaku ekonomi kreatif.
Hadir juga, sejumlah pimpinan perbankan dari Himbara, bank swasta, dan bank daerah.
Dalam kegiatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan simbolis kepada pelaku usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk tiga pelaku usaha kuliner, tiga penjahit, dan satu pelaku kerajinan.
Selain itu, diberikan sertifikat HKI kepada tiga pelaku usaha serta sertifikat halal bagi pelaku usaha mikro.
Dikatakan Lis, bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama ekonomi daerah yang pada 2025 tumbuh 3,31 persen.
“UMKM ini rantai penting ekonomi kita. Jika tumbuh, kemiskinan dan pengangguran ikut turun,” kata Lis.
Baca Juga: Perkuat Keamanan Laut Nasional, Tiga Mako Zona Bakamla Diresmikan Serentak Dilangsungkan di Batam
Tercatat lebih dari 10.463 pelaku UMKM kuliner di Tanjungpinang.
Namun, sebagian belum terpetakan secara jelas berdasarkan skala usaha, mulai dari usaha harian, produk unggulan, hingga pelaku yang siap memperluas pasar.