KLIKREAD.COM, Kepri - Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, untuk revitalisasi Pulau Penyengat yang telah dilaksanakan menelan dana sekitar Rp96 miliar dukungan dari APBN.
Pembangunan itu, mulai dari revitalisasi Masjid Raya Sultan Riau, perbaikan jalan dan drainase, serta perbaikan SWRO.
Pernyataan Gubernur Ansar tersebut saat bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Kepulauan Riau yang ada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dalam halalbihalal Idul Fitri 1447 H.
Acara digelar di Novotel Mangga Dua Square Jakarta, Minggu 19 April 2026 lalu.
Seperti dicontohkan Ansar, dengan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa di Pulau Penyenagt tidak hanya soal ekonomi dan pariwisata, tetapi memperkuat identitas kemelayuan.
Maka dari Pulau Penyengat harus dikenal seluruh bangsa Indonesia sebagai tempat lahirnya Bahasa Indonesia.
Baca Juga: Ditengah Defisit Anggaran, Pemprov Kepri Perjuangkan Keseimbangan Fiskal Lewat DPD RI
"Insyaallah Pulau Penyengat ini akan dijadikan magnet wisata sejarah, budaya, religi," ujar Gubernur Ansar.
Upaya mengemas Pulau Penyengat yang telah dilaksanakan berimbas positif kepada angka kunjungan dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
"Setidaknya 300-400 warga negara Singapura dan Malaysia berkunjung ke penyengat.
Baca Juga: HNSI Kabupaten Anambas Sebut Puing Pesawat Ditemukan Nelayan Diduga dari China
Aktivitas ekonomi masyarakat sudah lebih maju dan berkembang," imbuh Gubernur.
Selain itu disampaikan pula program keagamaan dan sosial, diantaranya penempatan 50 Dai Hinterland sejak tahun yang bertujuan membangun optimisme dan keimanan masyarakat kawasan pesisir dan perbatasan.