“Tadi kita temukan ada beberapa produk yang harganya mulai mengalami kenaikan, terutama daging ayam dan daging sapi.
Untuk daging sapi, harga yang kami temui di pasar sekitar Rp170.000 per kilogram,” jelasnya.
Baca Juga: Pastikan Arus Mudik Lebaran Berjalan Lamcae, Walikota Batam Cek Fasilitas dan Pelayanan Pelabuhan
Menurutnya, kenaikan harga tersebut disebabkan oleh terbatasnya pasokan dari distributor tertentu yang sementara waktu mengurangi stok.
Namun demikian, pemerintah memastikan kondisi tersebut masih dapat dikendalikan.
“Kami tidak terlalu khawatir, karena masih ada sumber pasokan lain, termasuk dari peternak-peternak lokal maupun daerah sekitar.
Jika harga daging ayam dan sapi ini tidak terkendali, maka pemerintah akan segera melakukan operasi pasar,” tegas Zulhidayat.
Operasi pasar tersebut, lanjutnya, bertujuan untuk menekan harga agar tetap terjangkau oleh masyarakat, dengan menyediakan komoditas di bawah harga pasar.
Terkait kenaikan harga santan, Zulhidayat menjelaskan bahwa komoditas tersebut memang bukan termasuk dalam kategori Bahan Pokok Penting (Bapokting).
Selain itu, Tanjungpinang juga bukan daerah penghasil kelapa.
Baca Juga: Riding Bersama, Kepala dan Wakil Kepala BP Batam Tinjau Infrastruktur Jalan
“Untuk santan, memang ini sangat tergantung pada ketersediaan stok kelapa.
Walaupun bukan termasuk bapokting, kenaikan harga santan tetap menjadi perhatian pemerintah karena cukup dibutuhkan masyarakat, terutama menjelang Idulfitri,” jelasnya.
Pemko Tanjungpinang memastikan pemantauan harga dan ketersediaan barang akan terus dilakukan secara berkala hingga menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.