Sebelumnya di hari yang sama, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura melakukan pertemuan secara khusus dengan Direktur Komersial PT Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim di Kantor Operational Centre Garuda Indonesia Soekarno Hatta international Airport.
Dalam pertemuan itu, Wagub Nyanyang yang didampingi Kadis Perhubungan Kepri Junaidi, Kadis Pariwisata Hasan dan Kaban Penghubung Kepri di Jakarta Endrie Djoko Satrio, meminta agar Garuda Indonesia tidak menghentikan operasionalnya di Bandara RHF Tanjungpinang.
Ia menyampaikan komitmen Pemprov Kepri untuk menjaga kestabilan jumlah penumpang agar maskapai Garuda Indonesia dapat terus beroperasi.
Baca Juga: Untuk Ramalan Zodiak Sagitarius Jumat, 30 Januari 2026: Investasi Emas Sebanyak Mungkin
Salah satunya adalah dengan memastikan seluruh keberangkatan ASN Pemprov Kepri yang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta berangkat menggunakan maskapai Garuda Indonesia dari Bandara RHF Tanjungpinang.
"Kita juga akan membicarakan hal ini agar dua pemerintahan daerah di Pulau Bintan, yakni Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan, untuk dapat juga melakukan hal serupa," terangnya.
Sebagaimana diketahui, Bandara RHF Tanjungpinang berada di Pulau Bintan, di mana di satu pulau ini terdapat tiga pusat pemerintahan, yakni Pemprov Kepri, Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan.
Baca Juga: DPRD Batam Gelar RDPU, Cari Solusi Sengketa Lahan Warga vs Perusahaan di Seraya Atas
Selain itu, lanjut Nyanyang, pertimbangan lain yang disampaikan kepada Manajemen PT Garuda Indonesia untuk tidak menghentikan operasional di Bandara RHF Tanjungpinang adalah mengingat Pulau Bintan merupakan salah satu pulau pusat investasi dan pariwisata.
Nyanyang memastikan jumlah penumpang dari Jakarta ke Tanjungpinang meningkat pada beberapa bulan ke depan.
Peningkatan penumpang seiring pelaksanaan sejumlah perayaan keagamaan, yakni Imlek dan Capgomeh, dan Hari Raya Idul Fitri.
Baca Juga: Untuk Ramalan Zodiak Virgo,Jumat, 30 Januari 2026: Masalah Keluarga Mengganggu Hubungan
"Kita meminta PT Garuda Indonesia untuk setidaknya memperpanjang rencana penghentian operasional hingga April atau setelah lebaran sembari mengevaluasi kembali rencana sebelumnya," pungkas Nyanyang lagi.
Harmonisasi dan Optimalisasi Armada
Nyanyang menambahkan, rencana penghentian operasional maskapai Garuda Indonesia tidak hanya berlaku untuk Bandara Raja Haji Fisabiillah, tetapi juga di berapa bandara lain di Indonesia.