Salah satunya berupa program kerjasama sekolah tingkat SMA/SMK, yakni pelatihan jurnalis dalam program 'Ayo Jadi Penulis', Lomba Karya Tulis tingkat pelajar, dan 'Sosialisasi Narkotika dikalangan Pelajar'.
Serta 'Sosialisasi Bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dikalangan pelajar, dan pembinaan ektrakurikuler jurnalis.
Baca Juga: Lebih Peerat Persaudaraan di Perantauan, Pengurus Pagar Betawi Jakarta Kota Batam Resmi Dikukuhkan
"Nah program 'Ayo Jadi Penulis' ini ending-nya adalah dengan lomba menulis tingkat pelajar.
Bahkan kita juga telah mengadakan pemilihan Duta 'Ayo Jadi Penulis' terpilih Nada Salsabila Kamil dari SMKN 4 Batam," ujar.
Sementara terkait lomba menulis kali ini, kata Eddy, terdapat 33 karya tulis yang layak berdasarkan hasil penilaian panitia melibatkan juri PWI Kepri, dan AJI Kepri.
Namun hanya 10 karya tulis terbaik diberi penghargaan, serta 3 karya tulis berhasil meraih juara.
"Jadi karya tulis dari 33 peserta lomba yang layak oleh JMSI Kepri telah dibukukan.
Dan buku ini sudah melalui editing, serta telah didaftarkan di International Standard Book Number (ISBN)," jelasnya.
Buku itu sendiri lanjut Eddy, sebagian telah diterbitkan dan akan dicetak sebanyak 1.000 eksemplar untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah sebagai referensi literasi.
"Kenapa kita distribusikan ke sekolah, karena isi buku ini memuat edukasi bahaya narkotika dan juga edukasi bahaya TTPO bagi para pelajar nantinya," ucap Eddy lagi.
Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Wisatawan dan Ekonomi, PELINDO Fokus Tingkatkan Layanan NATARU 2025-2026
Sementara Sekretaris Bidang Jurnalisme Berkualitas JMSI Pusat, Satria Utama Batubara saat sambutannya mengatakan, bahwa JMSI ini merupakan organisasi bernaung dari berbagai perusahaan media online terverifikasi.
Dan telah berdiri di setiap provinsi di Indonesia, serta dijadikan steak holder pemerintah dalam memberikan informasi yang positif .