KLIKREAD.COM, Tan jungpinang - Wakil Walikota (Wawako) Tanjungpinang, Raja Ariza, menilai Kota Tanjungpinang rentan potensi kerawanan kekerasan terhadap anak dan perempuan, serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Pasalnya, kata dia, wilayah Tanjungpinang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia rawan dijadikan titik transit jaringan perdagangan orang.
Untuk itu Wawako Raja Ariza mengajak untuk memperkuat koordinasi antar lintas instansi.
Pernyataan Raja Ariza ini dalam rapat koordinasi (rakor) Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KtP/A) dan TPPO.
Rakor digelar di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Walikota Tanjungpinang, Senin 8 Desember 2025.
“Kota ini sering dijadikan persinggahan.
Terutama mobilitas antar-pulau yang tinggi membuat perpindahan korban berlangsung cepat dan sering tidak terpantau,” ujarnya.
Baca Juga: Gelaran Kepri On Running Tumbuhkan Semangat Kebersamaan Antar Komunitas Masyarakat Tanjungpinang
Maka dari itu Pemko Tanjungpinang mendorong koordinasi yang lebih terpadu antar-OPD, aparat penegak hukum, lembaga sosial, dan organisasi masyarakat.
Raja Ariza menyebut TPPO sebagai kejahatan serius yang merampas hak dasar korban sehingga membutuhkan langkah bersama.
“Kita harus saling mendukung agar ruang gerak pelaku semakin sempit dan korban bisa segera ditangani,” jelasnya.
Dalam rakor tersebut, Wawako Raja Ariza mengajak seluruh pihak merumuskan langkah nyata dan memperkuat koordinasi.