“Yang dibutuhkan di Batam adalah tumbuhnya rasa berkita, kesadaran kolektif bahwa Batam ini rumah kita bersama.
Kitalah yang akan menjaga dan merawatnya.
Kebersamaan ini harus terus dijaga, dirawat, dan dikembangkan,” ujarnya.
Amsakar menekankan bahwa peringatan hari lahir organisasi bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk merefleksikan perjalanan masa lalu dan capaian saat ini,
Hal ini, guna menetapkan langkah yang lebih baik di masa depan.
“Substansi ulang tahun bukan hura-hura. Ulang tahun adalah refleksi terhadap tiga dimensi waktu: masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Saya berharap perjalanan Forkom se-Jatim terus tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu,” tuturnya.***