Ditegaskan Hendri, bahwa pelatihan jurnalis ini penting dalam mendukung program pemerintah meningkatkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) terkait menulis dan membaca dikalangan dunia pendidikan.
Oleh karena itu, sejauh ini minat membaca dan menulis pada anak didik sangat kurang, mereka lebih cenderung menonton Youtube atau Tik Tok daripada membuat sebuah karya.
Maka dari itu setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkannya siswa dan guru giat membuat tulisan atau konten bermanfaat yang dapat meningkatkan kemajuaan sekolahnya.
Baca Juga: Walikota Tanjungpinang Tegaskan ASN Harus Jaga Citra Positif Jauh dari Norkoba dan Bebas Pinjol
“Selain nanti karya siswa dan guru itu membantu mempubikasikan kegiatan sekolah, juga bisa menghasil cuan dari konten yang dibuatnya itu,” kata Hendri.
Sementara kerjasama ini lanjut Hendri, selain dengan PWI, Disdik Batam juga telah menggandengan Kejaksaan dengan program 'Jaksa Sahabat Guru.
Hal ini dalam upaya pendekatan diri terhadap aparat penegak hukum.
“Ini sangat berguna untuk mendokumentasikan tindakan kekerasan di sekolah dan tudingan miring terhadap kepala sekolah terkait pengunaan dana BOSP itu sendiri,” katanya.
Pada kesempatan yang sama Ketua PWI Kota Batam, Muhammad Khafi Anshary, dalam berbagai acara mengatakan pelatihan jurnalis ini diadakan berangkat dari niat bersama Disdik Kota Batam dan PWI Kota Batam.
Karena sejauh ini berita terkait keberhasilan dunia pendidikan di Batam itu sangat kurang sekali.
Maka dari itu dengan pelatihan jurnalis ini, bisa melahirkan siswa dan guru pandai menulis yang baik akan dilakukan kegiatan di sekolahnya itu.
Hasil tulisan siswa dan guru ini, nanti kata Kahfi, bisa dikirim ke PWI agar bisa disebarluaskan ke rekan-rekan media di PWI untuk diterbitkan.
Baca Juga: Walikota Amsakar dan Pangdam XIX TT Nikmati Makan Malam Bersama, Pererat Silaturahmi
“Tulisan itu bisa berupa kegiatan sekolah, profil guru dan lainnya.
Makanya PWI memberikan kontribusi melalui pelatihan jurnalis ini dengan harapan guru dan siswa bisa menulis yang baik dan benar agar menghasilkan tulisan seperti produk jurnalis,” ucapnya Kahfi lagi.***