Baca Juga: Sidang Gordon: Nasib Siahaan Jadi Saksi, Ini yang terjadi di PN Batam
Reformasi birokrasi pun mengalami peningkatan, ditandai dengan nilai Indeks Reformasi Birokrasi yang mencapai 83,24 (A–).
Namun demikian, Wagub Nynyang tetap menekankan adanya tantangan besar yang harus dihadapi bersama.
Ketimpangan antarwilayah, keterbatasan fiskal, serta konektivitas antar pulau yang masih rendah menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.
Baca Juga: Koramil dan Polsek Bersinergi Tingkatkan Keamanan di Desa Pesisir Timur
“Konektivitas wilayah kita baru di angka 0,55. Artinya masih banyak pulau yang sulit dijangkau. Kita harus mempercepat peningkatan rute pelayaran, tol laut, dan penambahan armada,” ujarnya.
Seraya dipidatonya, Nyanyang menegaskan komitmen Pemprov Kepri untuk terus menghadirkan kebijakan yang pro-rakyat.
Mulai dari pemberian beasiswa pendidikan, dukungan layanan kesehatan termasuk program beasiswa dokter spesialis, pembangunan sekolah dan rumah ibadah, hingga bantuan bagi nelayan, petani, dan UMKM.
Baca Juga: APIP Dinilai Berperan Penting Sebagai Garda Terdepan Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Bersih
Ia juga menyebutkan Pemprov Kepri terus berupaya mempercepat pembangunan Jembatan Batam–Bintan dan sistem SPAM regional melalui sinergi dengan pemerintah pusat.
“Kepri Maju, Makmur, dan Merata adalah visi kita bersama.
Capaian yang sudah diraih harus menjadi pijakan untuk bergerak lebih cepat, sementara tantangan harus kita jawab dengan kerja keras dan kebersamaan,” tegas Nyanyang.***