Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN PPM UGM, Ashar Saputra, menyampaikan terima kasih kepada Pemko Tanjungpinang, keluarga besar alumni UGM di Kepri, serta semua pihak yang mendukung kegiatan ini.
Baca Juga: Polresta Barelang Gelar Patroli Cipkon untuk Ciptakan Situasi Kamtibmas yang Kondusif
Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari misi KKN UGM untuk menggali kekayaan budaya lokal, khususnya budaya Melayu yang memiliki peran penting dalam sejarah Nusantara.
“Sebelum Indonesia memiliki bahasa nasional, masyarakat sudah menggunakan bahasa Melayu. Artinya, budaya Melayu telah mengakar dan tersebar luas sejak lama,” ujarnya.
Ashar menyebut dunia fesyen bisa menjadi pintu masuk yang efektif untuk memperkenalkan budaya, terutama di kalangan generasi muda.
Baca Juga: Polsek Batam Kota Bagikan Bendera Merah Putih untuk Semarakkan HUT RI ke-80
“Kami ingin agar busana Melayu tetap hidup, tidak hanya dalam bentuk aslinya, tetapi juga melalui desain kekinian yang tetap menjaga pakem budaya. Jangan sampai kita kalah oleh budaya luar,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi pemuda lokal untuk mengembangkan fesyen Melayu yang berakar pada nilai budaya namun tetap diminati generasi masa kini.
Turut hadir para kepala perangkat daerah, unsur Forkopimda, serta lurah se-Kota Tanjungpinang. ***