Ini akibat curah hujan tinggi, telah menyebabkan bagian bawah tanah menjadi dikonversi,” jelasnya.
Ia mencontohkan, beban tanah yang sebelumnya hanya sekitar 10 ton, bisa meningkat 15 ton akibat jenuhnya udara karena hujan.
Tentunya hal ini memberi tekanan berlebih pada lapisan bawah.
Untuk mencegah dampak yang lebih luas, Pemerintah Kota Batam memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas pemotongan dan penimbunan di lokasi tersebut.
Fokus utama saat ini adalah pada upaya pembenahan dan perataan tanah di bagian bawah.
Baca Juga: RSBP Batam dan Puskes TNI Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan
“Saya sudah meminta manajemen hotel untuk melakukan perbaikan.
Kalau ada pekerjaan di bawah, itu bukan lagi cut and fill, tapi pekerjaan untuk memperkuat dan menstabilkan struktur tanah,” ucap Amsakar lagi.***