Menembus Belantara Kerumutan, cerita Kegigihan Petugas Padamkan Karhutla di Desa Mak Teduh

photo author
Nada Salsabila, Klik Read
- Senin, 27 Juli 2026 | 14:15 WIB
Seorang petugas Manggala Agni (Photo Ist.)
Seorang petugas Manggala Agni (Photo Ist.)

KLIKREAD.COM, Pekanbaru — Asap tebal dan hawa panas yang menyengat di tanah gambut tak sedikit pun menyurutkan langkah para "Ksatria Merah" Manggala Agni.

Setelah berhari-hari bergelut dengan medan ekstrem di Desa Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, perjuangan pantang menyerah itu akhirnya membuahkan hasil yang menenangkan.

Gumpalan api yang sempat mengancam lahan seluas 3,5 hektare tersebut kini berhasil dikendalikan.

Berdasarkan pantauan udara melalui drone pada Minggu sore 26 Juli 2026, langit di sisi utara kawasan terbakar sudah bersih dari kepulan asap.

Baca Juga: Keringat Petugas PUPR di Balik Upaya Bebaskan Pekanbaru dari Banjir

​Perjuangan menundukkan api di Desa Mak Teduh bukanlah perkara mudah.

Sejak Sabtu 25 Juli 2026, satu regu Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat harus menembus jalur sulit yang tak bisa dijangkau armada darat.

Merengkuh perahu ketinting di tengah perairan menjadi satu-satunya cara bagi para petugas untuk memboyong mesin dan selang pemadam menuju titik lokasi.

Bahu-membahu di jalur darat makin berdaya ketika helikopter water bombing milik BNPB hadir membelah udara, menjatuhkan ribuan liter air tepat di jantung kobaran api.

Baca Juga: Panggung Bagi Pesepak Bola Muda: Jejak Langkah PSPS Berburu Talenta Lokal di Piala Soeratin 2026

​"Alhamdulillah, kondisi di Desa Mak Teduh sampai sore ini berprogres sangat baik. Dari hasil pemantauan drone sore tadi, sisi utara sudah clear.

Tinggal tersisa asap-asap kecil di sisi selatan yang akan kami lakukan mopping up besok pagi agar benar-benar padam dan tidak muncul kembali," ungkap Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, Minggu 26 Juli 2026.

​Mengingat karakter lahan gambut yang sering menyembunyikan bara di balik lapisan tanahnya, petugas tak ingin gegabah.

Memasuki hari Senin, proses pembersihan lanjutan (mopping up) disisir hingga ke akar tanah untuk memastikan tak ada lagi asap kecil maupun sisa bara yang berpotensi menyulut kembali kobaran api.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nada Salsabila

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X