Ia menegaskan bahwa pembentukan TTIS di Provinsi Kepri diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan, mitigasi, serta penanganan berbagai insiden siber di lingkungan pemerintahan daerah.
“Penanganan insiden siber tidak hanya menjadi bagian dari program pemerintah daerah, tetapi juga merupakan bagian dari program nasional,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi dan pemahaman terkait penanganan insiden siber.
Tetapi juga mengikuti simulasi dan praktik penanganan insiden siber secara langsung.
Bimtek diikuti oleh TTIS Diskominfo Provinsi Kepri serta kabupaten/kota se-Provinsi Kepri, baik secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting.***
Artikel Terkait
Lindungi Data Pribadi, Kadiskominfo Batam Imbau Masyarakat Waspada Maraknya Praktik Pinjol Ilegal
Pemko Tanjungpinang dan KPU Kolaborasi Pemutakhiran Data Pemilu dan Kartu Berbenah
Tekan Inflasi, Pemko Tanjungpinang Lakukan Operasi Pasar dan Bazar Murah Secara Berkelanjutan
Penerapan Kebijakan WFH, Pemko Tanjungpinang Evaluasi dan Pantau Melalui Sistem Presensi Pegawai
Wagub Kepri Tegaskan BUMD Miliki Peran Strategis Motor Penggerak Ekonomi dan Tingkatkan PAD
Dwi Ajeng Komitmen Dorong Transformasi Digital, Beri Pelatihan Kemampuan AI Terhadap 400 Pelaku UMKM di Batam
Tanjungpinang Produksi Sampah Capai 121,8 Ton Perhari, Walikota Lis Tekankan Pentingnya Kesadaran Bersama Pengelolaan Sampah
Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Pemprov Kepri Optimalkan Konsep Event Linkage Tourism
Polda Kepri Bongkar Jaringan Penyelundupan, Ratusan Pakaian dan Sepatu Bekas Disita
TTIS Dinilai Penting Antisipasi Ancaman dan Gangguan Siber Berdampak Pelayanan Publik dan Sistem Pemerintahan