Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kota Tanjungpinang Elfiani Sandri menyampaikan, bahwa kondisi inflasi nasional menjadi referensi penting bagi daerah.
Termasuk Tanjungpinang yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan dengan ketergantungan pasokan dari luar daerah.
“Tekanan inflasi di Kota Tanjungpinang umumnya dipengaruhi oleh harga bahan pokok, biaya distribusi, serta sektor jasa.
Karena itu, solusi pengendalian inflasi harus diarahkan pada penguatan pasokan, distribusi, dan keterjangkauan harga,” ujar Elfiani.
Selain itu, Pemko Tanjungpinang juga mendorong pemanfaatan potensi lokal dan efisiensi distribusi sebagai bagian dari solusi jangka menengah untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Baca Juga: Kamaluddin Apresiasi Aksi Damai Buruh dan Gerakan Batam Bersih
“Kami memastikan kebijakan pengendalian inflasi tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga antisipatif, agar stabilitas harga dapat terjaga dan daya beli masyarakat tetap terlindungi,” tegasnya.***
Artikel Terkait
DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna dengan Tiga Agenda
Cegah Praktik Korupsi, Pemko Batam Berlakukan E-Purchasing Pengadaan Barang dan Jasa
Miliki Potensi Bencana Alam, Pemko Batam Susun RPBD 2026 dan Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Laporan Reses 8 Fraksi DPRD Batam Dibacakan Berpantun
DPRD Batam Buka Masa Sidang III 2026, Ini Agendanya
Kamaluddin Apresiasi Aksi Damai Buruh dan Gerakan Batam Bersih
Bunda PAUD Ingatkan Setiap Anak Miliki Karakter dan Minat Berbeda, Guru Perlu Mengarahkan dan Pendekatan Tepat
Walikota Amsakar Tegaskan Pentingnya Pembangunan Spiritual Sebagai Fondasi Wujudkan Batam Bandar Dunia Madani
Lindungi Data Pribadi, Kadiskominfo Batam Imbau Masyarakat Waspada Maraknya Praktik Pinjol Ilegal
Pemko Tanjungpinang dan KPU Kolaborasi Pemutakhiran Data Pemilu dan Kartu Berbenah