KLIKREAD.COM, Bali - Sebagian publik di media sosial, tengah ramai memberi perhatian pada sosok gadis kecil yang menangisi kepergian ayahnya di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.
Sebelumnya, kasus ini menyita perhatian publik setelah video yang memperlihatkan putri bungsu korban itu menangis histeris saat pemakaman sang ayah.
Hal yang menjadi sorotan, ayah dari gadis kecil itu menjadi sasaran amukan massa usai diduga mencuri seekor ayam di desanya.
Tak ayal, bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu, terus memanggil ayahnya ketika jenazah hendak dimakamkan di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar.
Baca Juga: Jajaki Kerja Sama dengan Jeonju Vision College, Wali Kota Amsakar Buka Peluang Beasiswa ke Korea
Kini, tangisan sang anak menjadi simbol duka mendalam yang ditinggalkan akibat aksi main hakim sendiri di kalangan warga.
Terlebih, korban diketahui meninggalkan seorang istri, dan 3 orang anak.
Atas insiden memilukan itu, Ustaz Abdul Somad (UAS) turut menyoroti kasus tewasnya seorang pria berinisial IKD, yang diduga menjadi korban amukan massa setelah dituduh mencuri ayam.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @ustadzabdulsomad_official, pada Senin, 27 Juli 2026, UAS menyampaikan kritik atas praktik persekusi yang merenggut nyawa seseorang.
Baca Juga: Sudaryono Pecat 261 Pegawai BGN, Langkah Tegas Bersihkan Penyimpangan
Terlebih, hal tersebut dinilai hanya karena dugaan tindak pidana ringan.
"Gadis kecil itu anak kita. Keponakan kita. Adik kita. Mencuri ayam tidak benar. Tapi ayam dibayar dengan nyawa tidak bisa dibenarkan," tulis UAS dalam postingannya.
Peristiwa Pilu yang Tak Boleh Lagi Terulang
Dalam unggahannya, UAS mengajak masyarakat melihat peristiwa tersebut dari sisi kemanusiaan.