Baca Juga: Amsakar Instruksikan OPD Percepat 15 Program Prioritas, Manfaat Pembangunan Segera Dirasakan Warga
Penceramah kenamaan itu mengingatkan, korban bukan sekadar sosok yang dituduh mencuri, melainkan seorang ayah yang meninggalkan anak-anaknya.
UAS lantas mempertanyakan kondisi sosial yang membuat sebagian masyarakat masih terpaksa melakukan tindak kriminal karena tekanan ekonomi.
Menurutnya, ironi tersebut terjadi di tengah Indonesia yang dikenal kaya akan sumber daya alam.
"Mengapa saudara kita mencuri? Di tengah negeri gemah ripah loh jinawi. Emas, nikel, minyak dan gas melimpah," ungkap UAS.
Baca Juga: Sudaryono Pecat 261 Pegawai BGN, Langkah Tegas Bersihkan Penyimpangan
Tindakan Sepihak yang Berujung Hilangnya Nyawa
Bagi yang belum tahu, peristiwa bermula ketika IKD diduga mencuri ayam aduan di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Jumat, 24 Juli 2026 dini hari sekitar pukul 01.30 WITA.
Kala itu, dugaan pencurian tersebut memicu kemarahan warga hingga korban dikeroyok sampai meninggal dunia.
Tidak hanya itu, sepeda motor milik korban juga dibakar massa.
Baca Juga: Apel Senin Pagi, Disdik Kepri Syukuri Kelancaran SPMB dan Tegaskan Pentingnya Disiplin
Kasus ini memicu kecaman dari berbagai pihak. termasuk dari Kementerian Hak Asasi Manusia melalui Koordinator Wilayah Kerja Bali, Anak Agung Gede Ngurah Dalem.
Dalem menegaskan, tindakan main hakim sendiri merupakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip hak asasi manusia.
Dalem menilai keluarga korban, terutama anak-anak yang menyaksikan langsung dampak tragedi tersebut, membutuhkan pendampingan psikologis dan perlindungan dari negara.
"Kami berharap agar anak dan keluarga korban mendapatkan pendampingan dan perlindungan yang layak, baik dari aspek psikologis maupun pemenuhan hak-haknya," kata Dalem dikutip dalam keterangannya, pada Senin, 27 Juli 2026.
Artikel Terkait
Uya Kuya Curhat Ijazahnya Hilang Usai Rumahnya di Jaktim Dijarah Massa
Uya Kuya Curhat saat Melihat Isi Rumahnya yang Habis Dijarah Massa
Wartawan Rokan Hilir Minta Audiensi dengan Bupati, Harap Perhatikan Media Massa
Sebelum Demo Kaltim Ricuh, Momen Viral Orator Ingatkan agar Massa dan Polisi Tidak Saling Pukul: Jangan Mau Diadu Domba