Baca Juga: Oegroseno Yakini Jaksa Akan Perbaiki Dakwaan Roy Suryo Usai Putusan Eksepsi Dokter Tifa
“Abis ditegur, enggak lama kemudian manggil abang-abangnya dateng, langsung kejadian. Kurang lebih 10 orang, naik motor semua,” jelas Rusdi.
“Awalnya nanya-nanya doang, mungkin karena enggak dapet orangnya, jadi emosinya membabi buta gitu. Mereka tangan kosong, enggak pakai senjata,” tambahnya.
Ikhlas Gerobaknya Rusak dan Kaki Terkena Pecahan Beling
Adapun kerusakan gerobak, kata Rusdi bagian roda, kaca, dan dagangannya pada hari itu berserakan.
Baca Juga: Tanam 500 Pohon Jeletung, Lanud Roesmin Nurjadin Jaga Peran Sebagai Paru-paru Pekanbaru
Rusdi juga mengaku mengalami tindak kekerasan serta mengalami luka di bagian kaki karena serpihan kaca.
“Ini yang rusak cuma kaca sama roda, masih bisa dibenerin. Iya ramai (dipukuli) pakai tangan kosong dan ramai,” ujar Rusdi.
“Yang makan di saya waktu itu lagi kosong, lagi enggak ada orang. Kalau saya ini cuma kena pecahan beling aja di kaki,” tambahnya.
Meski tempat jualannya mengalami kerusakan, Rusdi mengaku ikhlas dan memastikan masih bisa berjualan.
“Yaudah gimana lagi, udah Suratan Ilahi. Masih bisa dagang, ini kerusakannya enggak parah-parah banget, cuma roda doang,” tukasnya.
Baca Juga: Tribun Ambruk saat Kejurnas Drift di Purwokerto, 90 Orang Dilarikan ke 11 Rumah Sakit
Sementara itu, korban dalam bentrok ini menewaskan seorang pemuda berinisial K (23) dan pihak kepolisian telah mengamankan 3 orang serta memeriksa 15 orang lainnya secara intensif.
***