"Dari 9 penumpang, 4 korban meninggal dunia, 3 korban rawat jalan, dan 2 korban dirawat di RSUD R Soejati Purwodadi Grobogan," kata Kumala dalam keterangannya, pada Jumat, 1 Mei 2026.
"Kasus kecelakaan ini masih kami dalami," tambahnya.
Insiden usai Antarkan Calon Haji
Dalam kesempatan yang sama, Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo menambahkan, para korban penumpang mobil Avanza merupakan warga Kabupaten Grobogan.
Eko menyebut, para korban tergabung dalam rombongan pengantar jemaah haji.
Toyota Avanza berwarna putih memuat 9 penumpang itu ternyata merupakan rombongan asal Grobogan, usai mengantarkan keberangkatan haji ke Solo.
"Rombongan pengantar haji, jadi tidak ada (korban) calon haji. Tunggu ya masih didalami," ujar Eko.
KAI Angkat Bicara
Baca Juga: Revisi RTRW Kepri 2026, Pemko Batam Komitmen Pertahankan Kampung Tua
Pada kesempatan berbeda, Humas KAI Daop 4 Semarang membenarkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasarturi dilaporkan tertemper mobil.
Hal itu disampaikan Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif dalam pernyataan resminya, pada Jumat, 1 Mei 2026.
"Mobil mengangkut rombongan pengantar jamaah haji berisi 9 orang tertabrak kereta api Argo Bromo Anggrek saat melintas di lokasi tersebut, " terang Luqman.
Atas insiden ini, kereta Argo Bromo Anggrek sempat melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kradenan pada pukul 02.54 WIB.