Namun, karena insiden kecelakaan terjadi di malam hari, banyak agen pengisian yang sudah tutup.
“Setelah itu keliling cari pengisian oksigen tapi ternyata tutup semua. Alhasil tetep dibawa ke posko Stasiun Bekasi Timur dengan keadaan memang nggak terlalu full,” imbuhnya.
“Di situ sempet nanya di mana lokasi yang masih butuh oksigen, ternyata persis di dalem stasiunnya. Alhasil gue dan adik gue masuk dan simpen oksigen ini ke salah satu relawan di sana,” sambungnya.
Berharap Bantuan Satu Tabung Oksigennya Bermanfaat
Baca Juga: Segera Dibutuhkan untuk Posisi Sebagai Accounting di PT Pratama Widya Tbk di Kota Batam
Masih dari utas yang sama, pemilik akun turut mengungkapkan harapan agar satu tabung oksigen tersebut bisa membantu tim medis menyelamatkan nyawa korban.
“Cuma bisa nyumbang 1 tapi semoga 1 oksigen ini bisa nyelamatin 1 nyawa. Sedih, dan rasanya sedih banget,” tulisnya.
“Gue ngebayangin gimana kalau di gerbong itu ternyata ada ibu hamil? Ya Allah, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Semoga juga yang luka-luka bisa segera pulih kembali,” tuturnya.
Mengenai asal usul tabung oksigen, ia menjelaskan bahwa dulunya dipakai mendiang sang ibu saat sedang sakit.
“Kebetulan oksigen di rumah itu punya Almarhumah mama aku, semoga bisa jadi amal jariyah juga buat Almh mama aku di sana,” jelasnya.
Jumlah Korban Kecelakaan Kereta
Satu lagi korban meninggal dunia dalam kecelakaan ini, sehingga total menjadi 16 orang atas nama Mia Citra (25) setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Bekasi pada Rabu, 29 April 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.
Sementara untuk korban luka, ada 90 orang dengan rincian 44 orang sudah kembali ke rumah dan 46 orang lainnya masih dalam observasi medis.***