Dengan tingkat kehancuran infrastruktur yang mencapai sekitar 80 persen, forum ini diharapkan mampu menghimpun dukungan global untuk membangun kembali ratusan ribu rumah, sekolah, dan fasilitas kesehatan.
Menurut Abdullah Rasyid, keterlibatan Indonesia dalam forum ini juga sejalan dengan tradisi diplomasi internasional yang selama ini dijalankan melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam.
Ia menegaskan bahwa Indonesia tetap memegang prinsip bebas aktif, termasuk membuka opsi evaluasi jika keikutsertaan dalam BoP tidak lagi sejalan dengan tujuan utama, yakni kemerdekaan Palestina.
“Yang terpenting, Indonesia kini berada di meja perundingan, bukan hanya di luar sebagai pengamat. Dari posisi itulah peluang untuk memperjuangkan Palestina secara nyata menjadi jauh lebih besar,” tutupnya. ***