Akibat belum adanya kepastian ongkos, dilaporkan sekitar 40 anggota rombongan yang terdiri dari peserta, pimpinan kontingen, pembina, pendamping, hingga peninjau menanti kepastian tersebut.
Saat itu, mereka terpaksa memutuskan pulang terlebih dahulu ke Ende pada 3 Agustus 2026.
Setelah videonya menjadi perhatian publik, gelombang simpati publik setelah video tersebut viral mendorong respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Ende bersama orang tua peserta.
Kini dikabarkan, Pemerintah Kabupaten Ende dan orangtua peserta memberikan dukungan sehingga seluruh kontingen dipastikan tetap berangkat.
Kedua pihak berkolaborasi memberikan dukungan dana sehingga impian para anak berprestasi ini tidak kandas.
Baca Juga: Jadilah Pelopor Hidup Sehat, Dewi Ansar Ajak Siswa SMA Negeri 1 Tanjungpinang Lawan Kanker
"Mereka akhirnya bisa bergabung kembali untuk mengikuti Jambore Nasional," kata Sinun dalam pernyataannya, pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Sinun berharap insiden yang menimpa kontingen Ende ini menjadi momentum evaluasi agar perencanaan anggaran untuk kegiatan kepanduan di daerah dapat dipersiapkan secara matang pada masa mendatang.
Terlebih, agar potensi dan prestasi anak-anak pramuka di daerah tidak lagi terhalang masalah anggaran.***
Artikel Terkait
Prabowo Ingin Karang Taruna dan Pramuka Aktif Kembali Bangun Kepedulian Sosial
Walikota Lis Apresiasi Inisiatif Kwarcab Pramuka Tanjungpinang Galang Dana Kemanusiaan Korban Bencana Alam Sumatera
Perkuat Benteng Generasi Muda, Pengurus Saka Anti Narkoba Pramuka Tanjungpinang Resmi Dilantik